LPS: Likuiditas Perbankan Mengetat, LDR Sentuh 94,3 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 30 Oktober 2018 - 17:04 WIB
LPS: Likuiditas Perbankan Mengetat, LDR Sentuh 94,3 Persen

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi likuiditas perbankan masih ketat hingga tahun depan. Pasalnya, Loan of Deposit Ratio (LDR) saat ini naik menjadi 94,3 persen atau meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 89,1 persen.

Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti mengatakan, angka tersebut perlu diwaspadai karena telah melampaui ketentuan batas atas LDR sebesar 92 persen. Hal ini seperti yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/11/PBI Tahun 2015.

"Likuiditas perbankan menunjukkan pengetatan, terindikasi dari LDR yang meningkat secara continue. LDR sekarang 94 persen masuk ke batas yang harus diwaspadai dari batas aman 92 persen," ujarnya saat konferensi pers di Equity Tower, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Kenaikan LDR ini disebabkan oleh mulai adanya perbaikan pada pertumbuhan kredit sejak Agustus lalu hingga 12,3 persen. Namun, perbaikan tersebut tidak diiringi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang hanya tumbuh 6,62 persen.

"Jadi kita lihat ada risiko likuiditas. Pertumbuhan kredit dua kali lipat dari pertumbuhan dana pihak ketiga," kata dia.

Menurut dia, hal ini juga dipengaruhi oleh ketidakpastian global di mana suku bunga Amerika Serikat (Fed Funds Rate) masih mengalami tren kenaikan serta terjadinya perang dagang antara AS dan China. Bank Indonesia (BI) juga merespons kenaikan tersebut dengan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 150 bps.

"Jadi sinyal bahwa tren suku bunga meningkat masih akan berlanjut stance global dan domestik tightening bias," ucapnya.

Bahkan pada tahun depan, ia memprediksi posisi LDR masih akan di level 93-94 persen jika kondisi global masih belum normal. Dengan demikian, pertumbuhan kredit perbankan dan DPK masih stagnan di kisaran 11,5 persen dan 9 persen.

"Kalau kami mencoba simulasikan maka angka LDR masih 93-94 persen dan angka tidak terlalu berubah banyak karena kita tidak melihat pelompatan lebih tinggi dari kredit," tuturnya.

Oleh karenanya, dengan kondisi LDR perbankan yang terus mengalami peningkatan turut mendorong risiko pengetatan likuiditas. Hal ini terjadi seiring dengan tren kenaikan suku bunga simpanan dan membaiknya penyaluran kredit.

Editor : Ranto Rajagukguk