LRT Jabodebek Tahap II, Menko Luhut: Lebih Murah karena Tidak Elevated

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 13 Oktober 2019 - 20:15:00 WIB
LRT Jabodebek Tahap II, Menko Luhut: Lebih Murah karena Tidak Elevated
Pproyek pembangunan LRT Jabodebek Tahap II akan lebih murah 50 persen dari Tahap I. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) dibangun dalam dua tahap. Tahap I akan menghubungkan Bekasi-Jakarta-Cibubur pada 2021 dan akan dilanjutkan pembangunan Tahap II dari Cibubur ke Bogor.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan, biaya proyek pembangunan Tahap II akan lebih murah 50 persen dari Tahap I. Pasalnya, jalur Cibubur-Bogor akan dibangun di atas tanah, beda dengan jalur Bekasi-Jakarta-Cibubur yang dibangun layang (elevated).

"Pak Budi tadi menginformasikan bahwa dari sini sampai ke Bogor nanti cost-nya akan 50 persen lebih murah, karena akan banyak diupayakan di darat," ujarnya di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Minggu (13/10/2019).

Selain itu, sistem konstruksi layang membutuhkan waktu lebih lama karena perlu membangun tiang pancang jalan layangnya sedangkan di darat bisa langsung membangun rel lintasan sehingga bisa menekan biaya proyek di Tahap II.

Oleh karenanya, pembangunan Tahap II ini ditargetkan pemerintah bisa dioperasikan tahun 2022. Saat ini, Kementerian Perhubungan tengah merancang desain pembangunan lanjutan LRT Jabodebek Tahap II ini. 

Kereta LRT Jabodebek ini diproduksi dalam negeri oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Madiun, Jawa Timur. Dia menyebut, konten lokal yang digunakan untuk keseluruhan proyek ini mencapai 60 persen. Ini juga menjadi faktor penghematan biaya proyek.

"Ini kan hampir semua buatan dalam negeri kira-kira kurang lebih 60 persen local content, itu keretanya buatan LEN dengan INKA yang mereka sudah berkolaborasi," ucapnya.

Selain itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, proyek ini juga berhasil menghemat uang negara karena menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dengan demikian, tidak banyak biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan.

"Ini proyek KPBU, bukan APBN atau swasta. Ada kolaborasi Kemenhub, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kemenko Kemaritiman," kata Budi.

Proyek LRT Jabodebek ini membutuhkan biaya sebesar Rp22,8 triliun. Dengan rincian, sebesar 60 persen ditanggung oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), sebesar 30 persen ditanggung PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan 10 persen dibiayai pemerintah.

Editor : Ranto Rajagukguk