Menkeu Rombak Skema Penyaluran Dana BOS

Muhammad Aulia ยท Senin, 10 Februari 2020 - 20:32 WIB
Menkeu Rombak Skema Penyaluran Dana BOS

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memutuskan untuk mengubah skema penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Skema penyaluran yang sebelumnya dilakukan dalam empat tahap diubah menjadi tiga tahap untuk tahun 2020.

Adapun perubahan skema penyaluran hanya diberlakukan untuk dana BOS Reguler, sedangkan skema dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tetap berjalan seperti biasa.

"Kita fokus ke BOS Reguler. BOS Kinerja untuk sekolah berkinerja baik tidak diubah dan BOS Afirmasi untuk dukung daerah tertinggal, transmigrasi, dan terluar tetap dilakukan dengan mekanisme yang berjalan selama ini. Jadi perubahan hanya untuk BOS Reguler," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Sri Mulyani mengungkapkan saat ini penyaluran dana BOS Reguler tidak lagi berlangsung dalam empat tahap, melainkan tiga tahapan saja. Tahap I akan disalurkan sebesar 30 persen, Tahap II 40 persen, dan Tahap III 30 persen.

Selain itu, untuk BOS Reguler penyaluran Tahap I akan dilakukan Januari, Tahap II akan dilakukan pada April, sedangkan Tahap III akan dilakukan selambat-lambatnya September 2020.

"Sedangkan BOS Kinerja dan BOS Afirmasi kita berikan sekaligus paling cepat April 100 persen," ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan kalau pemerintah juga turut meningkatkan dana yang diterima oleh setiap peserta didik. Dana untuk murid jenjang Sekolah Dasar (SD) naik menjadi Rp900.000 per murid dari sebelumnya Rp800.000 per murid. Jumlah murid SD sendiri mencatatkan penurunan menjadi 25,18 juta murid dari tahun lalu yang sebanyak 25,56 juta.

Lalu, dana untuk murid di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga naik menjadi Rp1,1 juta per siswa dari sebelumnya Rp1 juta. Untuk murid di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) naik menjadi Rp1,5 juta per siswa dari sebelumnya Rp1,4 juta per siswa.

"Untuk SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) masih sama karena tahun lalu sudah naik ke Rp1,6 juta per siswa dan untuk pendidikan khusus sama Rp2 juta per siswa," kata Sri Mulyani.


Editor : Ranto Rajagukguk