Menko Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Utama Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

Aditya Pratama ยท Selasa, 24 Agustus 2021 - 19:40:00 WIB
Menko Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Utama Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan
Menko Airlangga sebut reformasi struktural kunci utama wujudkan ekonomi berkelanjutan

JAKARTA, iNews.id - Momentum pemulihan ekonomi Indonesia terlihat di kuartal II 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang, kunci utamanya adalah reformasi struktural

Adapun pemulihan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 sejalan dengan pemulihan ekonomi global, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 7,07 persen (yoy). Persentase tersebut merupakan yang tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage dan lebih tinggi dibanding Vietnam sebesar 6,6 persen dan Korea Selatan 5,9 persen.

“Momentum perbaikan ini sangat bergantung terhadap usaha kita bersama dalam menangani Covid-19. Sinergi yang baik antara kebijakan ekonomi dan kesehatan dengan didukung oleh seluruh stakeholders akan memastikan pemulihan ekonomi segera kembali menguat pasca merebaknya varian Delta. Selain itu, reformasi struktural akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata dia dalam acara Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo ke-31 bertema Upaya Bersama Memutus Pandemi Covid-19 dan Membangkitkan Ekonomi, secara virtual di Jakarta, Selasa (24/8/2021).

Dalam rangka menjaga tren pemulihan ekonomi di kuartal III 2021, Program PEN akan terus ditingkatkan dan tetap menjadi instrumen utama penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Komitmen pemerintah ditunjukkan melalui refocusing Anggatan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan meningkatkan anggaran Program PEN 2021 hingga saat ini telah mencapai sebesar Rp744,77 triliun.

Akselerasi realisasi anggaran terus diupayakan. Per 20 Agustus 2021, Program PEN telah terealisasi sebesar Rp326,16 triliun. Dari klaster insentif usaha telah terealisasi sebesar 81,8 persen atau Rp51,39 triliun dari pagu sebesar Rp62,83 triliun. 

Realisasi anggaran dan program tersebut telah memberikan manfaat antara lain untuk pemberian insentif PPh 21 DTP untuk 73.970 pemberi kerja, insentif PPh Final UMKM DTP untuk 116.979 UMKM, penurunan Tarif PPh Badan, dan sebagainya.

Refocusing APBN dan PEN juga diarahkan untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran berbagai perlindungan sosial (perlinsos), seperti percepatan pencairan Bansos Tunai, peningkatan jumlah penerima dan manfaat Kartu Sembako, melanjutkan Program Diskon Listrik, penambahan anggaran Kartu Pra Kerja dan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

“Keberlangsungan sektor usaha juga menjadi fokus utama pemerintah. Serangkaian insentif fiskal telah diberikan untuk mendongkrak kinerja sektor usaha. Selain itu, untuk pelaku UMKM, dukungan terus diberikan melalui tambahan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan Bantuan pedagang kaki lima (PKL) atau warung kecil, perluasan program penjaminan kredit, tambahan subsidi bunga baik KUR dan Non KUR, serta penambahan plafon KUR 2021 menjadi Rp285 triliun,” ujarnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda