Menko Darmin Yakin Penurunan Suku Bunga Tidak Bikin Modal Asing Cabut dari RI

Rully Ramli ยท Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:19 WIB
Menko Darmin Yakin Penurunan Suku Bunga Tidak Bikin Modal Asing Cabut dari RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan 7 Day Repo Rate (7DRR) ke level 5,50 persen dinilai akan menjadi sentimen positif bagi ekonomi domestik. Suku bunga yang lebih rendah akan mendorong kinerja investasi dan ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, langkah bank sentral menurunkan suku bunga tidak serta merta membuat investor asing menarik dananya ke luar Indonesia.

"Jadi menurunkan policy rate itu stimulus untuk investasi. Jadi jangan langsung melihatnya 'Oh bagaimana capital inflow' (arus modal masuk)," ujar dia di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

BACA JUGA:

BI Kembali Pangkas Suku Bunga, Begini Komentar Sri Mulyani

BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps Jadi 5,5 Persen

Selain itu, menurut dia, mayoritas bank sentral negara lain juga melakukan hal yang sama untuk memangkas suku bunga. Dengan kata lain, investor asing bakal berpikir dua kali sebelum keluar Indonesia karena negara lain juga menerapkan suku bunga rendah.

"Negara lain juga (suku bunga) sedang mengarah turun. Kalau kita turun sendiri, Anda boleh khawatir. Tapi, kalau yang lain turun, kita turun, itu diperlukan untuk menstimulus investasi," ujarnya.

Eks gubernur BI itu itu mengakui, dampak positif dari kebijakan ini tidak akan langsung dirasakan dalam jangka pendek. Namun, dia yakin ada efek psikologis dari penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

"Respons dari ekonomi kita terhadap itu ya jarang yang instan. Itu pasti perlu beberapa bulan. Tapi jangan lupa, orang itu pasti cenderung mumpung lagi turun ya pinjamlah (kredit)," tutur dia.

Dengan diturunkannya suku bunga acuan BI, dia berharap bisa memperbaiki kondisi ekonomi nasional ke depan. "Semoga produksi naik, ekspor naik, neraca perdagangan bagus," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah