Mentan Pastikan Stok Gula Nasional Aman Hadapi Ramadan

Diaz Abraham ยท Jumat, 03 April 2020 - 08:00 WIB
Mentan Pastikan Stok Gula Nasional Aman Hadapi Ramadan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau gudang raw sugar milik PT Permata Dunia Sukses Utama di Cilegon, Banten, Kamis (2/4/2020). (Foto: iNews.id/Diaz Abraham).

CILEGON, iNews.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjamin stok gula kebutuhan masyarakat aman hingga Ramadan dan Idul Fitri 2020. Keyakinan ini karena stok gula saat ini akan ditambah dengan hasil panen atau giling tebu yang diprediksi terjadi pada Mei.

Mentan menyampaikan kepastian ini saat meninjau gudang raw sugar dan gudang produk milik PT Permata Dunia Sukses Utama di Cilegon, Banten. Menurut dia, Kementan akan terus berupaya memastikan ketersediaan gula untuk masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Kunjungannya ini pun merupakan bagian dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintah hadir menjaga ketersediaan dan memastikan stabilitas harga pangan selama pandemi virus corona atau Covid- 19 serta jelang bulan puasa dan Idul Fitri tahun ini.

“Sesuai dengan perintah Presiden tadi dalam ratas, agar semua menteri melakukan validasi data dari ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat. Kami di minta untuk memantau ketat ketersediaan 11 komoditas pangan yang ada dan mevalidasinya hingga kelapangan. Alhamdulillah semua dalam kondisi yang aman, hanya gula yang sedikit bersoal, tapi hari ini kita sama - sama berkomitmen untuk mencari solusinya,” kata Syahrul.

Dia menuturkan, kelangkaan gula yang terjadi akhir-akhir ini diindikasikan karena adanya keterlambatan distribusi stok ke pasar. Kelangkaan di tengah pandemi Covid-19 saat ini juga mengakibatkan panic buying masyarakat di sejumlah daerah.

Untuk itu dia meminta sejumlah pabrik gula di Indonesia untuk membantu ketersediaan gula konsumsi dan mempercepat pendistribusiannya hingga ke masyarakat.

“Kita lakukan berbagai cara termasuk salah satunya mengajak pabrik gula refinasi ini untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat, kami minta untuk memproduksi gula pasir putih konsumsi dengan harga standar Rp12.500,“ ucap Syahrul.

Kementan, kata dia, akan terus memantau pendistribusian pangan meski ada tantangan terkait pandemi Covid-19. Dirinya juga berharap seluruh pihak termasuk dari kepolisian dan TNI untuk ikut mendukung dan memastikan agar tidak ada hambatan bagi pendistribusian pangan termasuk gula ke berbagai daerah.

Keyakinannya akan ketersediaan gula yang mencukupi hingga jelang Ramadan dan Idul Fitri juga didukung dengan adanya prediksi panen petani tebu di sejumlah wilayah. Panen ini diprediksi akan terjadi sepanjang Mei dan Juni.

“Kami yakin stok aman. Kita punya persiapan 250.000 ton gula dari pabrik-pabrik yang ada, ditambah gula impor yang masuk hingga 150.000 ton dan nanti Juni dari petani kita akan ada panen jumlahnya sekitar 500.000 ton sampai dengan 600.000 ton,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu Direksi Tene Group, Yanuar Samron menegaskan siap mendukung pemerintah dalam menyediakan gula kristal putih untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Pihaknya selama dua hari ini telah memproduksi gula kristal putih konsumsi untuk didistribusikan ke pasar-pasar.

“Indonesia punya 9 pabrik gula rafinasi di Pulau Jawa, dan 2 di luar Jawa (1 di Makassar, kemudian 1 lagi di Lampung). Di sini PT Permata Dunia Sukses Utama ditunjuk untuk menyiapkan 30.000 ton gula kristal putih konsumsi untuk kebutuhan Jawa, Bali dan Sumatera dan sudah siap sekitar 25.000 ton. Kemudian yang di Makassar kami diminta siapkan 30.000 ton juga dan sudah siap sekitar 20.000 ton untuk kebutuhan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua,” ujarnya.

Editor : Zen Teguh