Menteri Basuki Tak Masalah Trase Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Digeser

Antara · Senin, 17 Juni 2019 - 16:58 WIB
Menteri Basuki Tak Masalah Trase Tol Padang Pariaman-Pekanbaru Digeser

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) mengusulkan trase tol Padang -Pekanbaru yang melewati Sicincin dan Lubuk Alung digeser. Langkah itu dilakukan karena Pemprov Sumbar kesulitan untuk membebaskan lahan atas ratusan rumah masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengaku telah menerima surat dari Pemprov Sumbar soal usulan pergeseran trase tol yang menghubungkan provinsi Sumbar dan Riau tersebut. Dia mengatakan, jika usulan trase itu memenuhi standar teknis, maka akan disetujui.

"Saya serahkan kepada pemda mau trase yang mana, saya ikuti," kata Menteri Basuki di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada progres yang berarti dari proyek tol Padang Pariaman-Pekanbaru. Pemerintah pusat, kata dia, masih menanti janji Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit untuk pembebasan lahan.

"Masih 4 kilometer itu, belum ada perkembangan. Itu janjinya Pak Wagub mengetuai pembebasan lahan setelah pemilu (2019)," kata Menteri Basuki.

Pria asal Surakarta itu mengatakan, pembangunan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru dimulai dari Riau. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak berniat mendiskriminasi pembangunan infrastruktur di Sumbar hanya karena berbeda pilihan politik.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) tol Padang Pariaman-Pekanbaru diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2018. PT Hutama Karya (Persero) selaku pelaksana proyek belum bisa membangun secara optimal karena terkendala pembebasan lahan.

Di Sumbar, tol itu akan melewati 246 rumah di Sicincin dan Lubuk Alung. Masyarakat dilaporkan keberatan dengan ganti rugi atas lahan, sehingga mengusulkan agar trase tol dipindahkan ke arah timur yang lahannya masih kosong


Editor : Rahmat Fiansyah