Menteri Susi Tenggelamkan 125 Kapal Illegal Fishing, Mayoritas Asing

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 21 Agustus 2018 - 16:50 WIB
Menteri Susi Tenggelamkan 125 Kapal Illegal Fishing, Mayoritas Asing

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menenggelamkan 125 kapal pelaku penangkapan ikan tak berizin (illegal fishing). Adapun penangkapan dilakukan di 11 lokasi di Indonesia pada Senin kemarin.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan, penenggelaman kapal dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap untuk 116 kapal. Sementara sembilan kapal ditenggelamkan berdasarkan penetapan pengadilan.

Kesebelas lokasi tersebut dengan rincian di Natuna ditenggelamkan 40 kapal, Tarempa atau Anambas 23 kapal, Pontianak 18 kapal, Bitung 15 kapal, Batam sembilan kapal, Belawan tujuh kapal, Cirebon enam kapal, Aceh tiga kapal, Merauke satu kapal, dan Ambon satu kapal.

"Penenggelaman ini dilakukan pada momen peringatan hari kemerdekaan indonesia yang telah sama-sama kita rayakan pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu," ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (21/8/2018).

Kapal-kapal yang ditenggelamkan mayoritas merupakan kapal perikanan berbendera asing dengan jumlah 120 kapal yaitu dari Vietnam 86 kapal, Malaysia 20 kapal, dan Filipina 14 kapal. Sementara itu, kapal perikanan berbendera lndonesia berjumlah lima kapal.

"Penenggelaman kapal pencuri ikan merupakan manifestasi dari semangat kita sebagai bangsa Indonesia untuk merebut kembali kedaulatan sumber daya perikanan Indonesia," ucapnya.

Dengan demikian, sejak Oktober 2014 hingga Agustus 2018 KKP telah menenggelamkan 448 kapal pelaku illegal fishing. Paling banyak kapal berasal dari Vietnam sebesar 276 kapal, disusul Filipina 90 kapal, Thailand 50 kapal, Malaysia 41 kapal, Indonesia 26 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal, dan tanpa negara satu kapal.

Sebelumnya, konsistensi Indonesia dalam memerangi illegal fishing turut dinikmati seluruh dunia. Pasalnya, dengan hilangnya illegal fishing tersebut pasokan ikan di dunia terjaga mengingat Indonesia memiliki perairan seluas 3.257.483 kilometer persegi yang menghasilkan banyak produk perikanan untuk dunia.

"Nanti apa reward-nya kita perangi illegal fishing kan. Kan itu bukan cuma untuk kita, untuk dunia juga, untuk stok ikan dunia," kata Susi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/7/2018)

KKP sepanjang 2017 telah menahan 132 kapal karena telah terbukti melakukan illegal fishing. Penangkapan itu tidak hanya kapal berbendera asing, tapi kapal dari Indonesia turut diproses. 

Adanya penangkapan ini membuat stok ikan pada 2017 bertambah 7,63 juta ton. KKP berusaha menggenjot kinerja dengan memberikan sarana dan prasarana kepada nelayan sehingga di tahun ini stok ikan bertambah menjadi 9,45 juta ton.


Editor : Ranto Rajagukguk