Negara G20 Plus IMF dan Bank Dunia Bersatu Atasi Wabah Corona

Aditya Pratama ยท Selasa, 24 Maret 2020 - 20:56 WIB
Negara G20 Plus IMF dan Bank Dunia Bersatu Atasi Wabah Corona

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur bank sentral dan menteri keuangan negara anggota G20 menggelar sidang lewat video conference, Senin (23/3/2020) malam WIB. Topik pertemuan tersebut fokus pada dampak wabah corona.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pertemuan jarak jauh tersebut tidak hanya dihadiri oleh negara anggota G20, namun juga perwakilan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Perry mengungkapkan, ada lima poin yang dibahas. Satu, bagaimana seluruh negara mampu mampu meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penyelesaian wabah.

"Bagaimana pandemi global ini bisa kemudian diatasi dengan joint action agar aspek-aspek kemanusiaan khususnya kesehatan itu diatasi secara baik," kata Perry lewat video conference, Selasa (24/3/2020).

Konkretnya, kata dia, negara-negara G20 akan melakukan sharing pengalaman atau kerja sama dalam menyediakan peralatan kesehatan, obat-obatan, dan lain-lain untuk mengatasi wabah tersebut.

Selain dari sisi kemanusiaan, negara-negara G20 sepakat menyinergikan kebijakan, baik fiskal, moneter, maupun sektor keuangan. Negara-negara anggota diminta menyediakan stimulus fiskal besar untuk mengatasi dampak corona terhadap ekonomi.

"Semua komitmen dari berbagai negara untuk melakukan koordinasi baik secara nasional, fiskal, moneter, maupun sektor keuangan demikian juga koordinasi antar negara untuk mengatasi hal ini," kata dia.

Ketiga, kata dia, lembaga-lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan lainnya sepakat meningkatkan besaran pendanaan untuk mengatasi krisis likuiditas secara global.

Perry menuturkan, IMF berencana meningkatkan alokasi SDR (Special Drawing Right) dan swap line kepada seluruh negara anggota. Hal ini disebabkan menguatnya dolar AS telah menekan berbagai negara.

"Keempat, Bank Dunia juga akan meningkatkan pendanaan kepada negara-negara khususnya negara emerging dan juga negara berkembang untuk mengatasi berbagai program baik kesehatan maupun juga untuk UMKM dan masyarakat luas. Tentu saja ini akan terus ditindaklanjuti oleh lembaga internasional tadi," ucap Perry.

Terakhir, sidang G-20 juga memutuskan menjadwalkan sidang kembali melalui video conference pada pekan depan.

"Hal ini dilakukan secara rutin agar langkah-langkah secara global baik dari aspek kesehatan, koordinasi kebijakan, fiskal, moneter, sektor keuangan, dan langkah-langkah lain bisa dilakukan sebagai joint collective action secara global," tuturnya.


Editor : Rahmat Fiansyah