Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran soal Polisi Aktif di Kementeriannya: Sangat Membantu
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

Selain PDB, kata Kariyasa, peran sektor pertanian bisa dilihat dari aspek lain seperti inflasi bahan pangan yang terkendali, jumlah penduduk miskin di perdesaan yang turun dan kesejahteraan petani yang membaik.

Inflasi kelompok bahan makanan terus menurun, dari 10,57 persen pada tahun 2014 menjadi 4,93 persen pada 2015 dan 5,69 persen pada tahun 2016. Bahkan 2017, turun hingga 1,26 persen.

"Inflasi kelompok bahan makanan terus menurun. Artinya bisa dikatakan dalam sejarah Indonesia baru kali ini inflasi bahan makanan atau pangan lebih rendah dari inflasi umum yang hanya 3,6 persen," ujar Kariyasa.

Capaian pembangunan pertanian juga tercermin dari kesejahteraan petani. Hal itu bisa dilihat dari Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang pada 2014 hanya 106,05, naik pada 2015 dan 2016 menjadi 107,44 dan 109,83. Nilai NTUP pada tahun 2017 dan 2018 juga naik menjadi 110,03 dan 111,56.

Jumlah penduduk miskin di perdesaan juga terus menurun, pada Maret 2015 masih sekitar 14,21 persen (17,94 juta jiwa). Pada 2016 dan 2017 turun menjadi 14,11 persen (17,67 juta jiwa) dan 13,93 persen (17,09 juta jiwa). Sementara Maret 2018 kembali turun menjadi 13,47 persen (15,81 juta jiwa).

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut