Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eksklusif! Terungkap, TKA China Tempati Posisi Pimpinan hingga Tukang Sapu di IMIP
Advertisement . Scroll to see content

Pekerja Asing di Kawasan Industri Morowali Ditekan di Bawah 10 Persen

Selasa, 04 Desember 2018 - 23:08:00 WIB
Pekerja Asing di Kawasan Industri Morowali Ditekan di Bawah 10 Persen
ilustrasi. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jumlah tenaga kerja asing di Kawasan Industri (KI) Morowali, Sulawesi Tengah akan dikurangi secara bertahap. Saat ini, jumlah tenaga kerja asing di area itu hampir 11 persen.

Penasihat Sumber Daya Manusia PT Industrial Morowali Industrial Park (IMIP), Zulkifli Amran mengatakan, jumlah tenaga kerja di KI Morowali mencapai 2.985 orang. Jumlah itu setara 10,9 persen dari total pekerja yang mencapai sekitar 29 ribu.

"Kami serius, makanya kami tanda tangani kerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk pelatihan. Mereka ini yang nantinya akan menggantikan tenaga asing," kata dia di Jakarta, Selasa (4/11/2018).

Perjanjian kerja sama antara IMIP dengan Kemenperin diteken oleh Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar dan Managing Director IMIP, Hamid Mina.

Hamid mengatakan, investasi SDM membutuhkan waktu. Namun, kata dia, IMIP akan berupaya menekan porsi tenaga asing di bawah 10 persen dari seluruh tenaga kerja yang ada saat ini.

Menurut Hamid perusahaan yang ada di KI Morowali akan diisi tenaga lokal, terutama warga yang berada di sekitar Kabupaten Morowali. Dia menargetkan, kawasan ini bisa menyerap tenaga lokal hingga 3.185 orang dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami juga mencari potensi SDM di universitas yang ada di Palu, Kendari, dan Pulau Jawa," ujar dia.

Sekjen Kemenperin Haris Munandar mengungkapkan, tantangan besar dalam menggunakan pekerja lokal ada pada keahlian. Perusahaan asing yang ada di KI Morowali memakai teknologi yang canggih.

"Namun, dukungan teknologi tersebut belum sepenuhnya dimiliki setiap sekolah vokasi di Indonesia. Makanya kami terus gencarkan Program Link and Match pendidikan vokasi dengan industri," ujar Haris.

Kemenperin, kata dia, akan terus memberikan dukungan SDM industri yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan industri melalui sekolah dan universitas binaannya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut