Pemerintah Cairkan BLT Karyawan Bergaji di Bawah Rp5 Juta Akhir Agustus

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:15 WIB
Pemerintah Cairkan BLT Karyawan Bergaji di Bawah Rp5 Juta Akhir Agustus

Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp5 juta akan dilaksanakan pada akhir Agustus 2020. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir menyatakan, pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp5 juta akan dilaksanakan pada akhir Agustus 2020. Masing-masing pekerja bakal mendapat bantuan senilai Rp2,4 juta selama empat bulan atau Rp600.000 per bulana.

"Bantuan subsidi gaji kemarin sudah konferensi pers, insya Allah akhir bulan ini juga sama dengan bantuan produktif usaha mikro," ujar Erick, Rabu (12/8/2020).

Dia menyebutkan, skema pencairan akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, untuk gaji September dan Oktober akan dibayarkan pada Agustus tahun ini. Sementara gaji November dan Desember akan dibayarkan pada September mendatang.

Erick menerangkan, bantuan ini akan diberikan kepada 15,7 juta pekerja, bertambah dari sebelumnya y13,8 juta orang. Untuk mengawal pendanaan program BLT tersebut, pemerintah akan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

"Tapi ini data dari BPJS Ketenagakerjaan yang masih menganut data Juni masih ada iurannya," kata Erick.

Sebelumnya, dia mengatakan ada 13,8 juta pekerja yang bakal mendapatkan bantuan ini. Datanya diambil dari BPJS Ketenagakerjaan. Kriterianya mereka bukan PNS-pekerja BUMN dan memiliki iuran di bawah Rp150.000 per bulan. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah mencapai Rp31,2 triliun.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengatakan bantuan ini diberikan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020 bisa positif. Angka positif di kuartal ke III penting untuk menghindari resesi teknikal.

Pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen alias terburuk sejak 1999. Di samping BLT, pemerintah juga menambah bantuan lain, seperti bansos produktif untuk usaha mikro sampai perpanjangan bantuan bagi rakyat miskin hingga Desember 2020.

Editor : Dani Dahwilani