Pendapatan dan Laba Freeport Tahun Ini Diprediksi Turun Drastis

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 16:01 WIB
Pendapatan dan Laba Freeport Tahun Ini Diprediksi Turun Drastis

Direktu Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan laba dan pendapatan PT Freeport Indonesia (PTFI) akan turun tahun ini. Namun, hal ini bukan karena PTFI telah diambil alih oleh pemerintah.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, pada tahun ini Ebitda PTFI sekitar 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian, terjadi penurunan yang cukup dalam yang tahun sebelumnya bisa mencetak Ebitda 4 miliar dolar AS.

"Dari prognosa Inalum 4 miliar dolar AS turunnya (mulai 2019) menjadi 1 komaan miliar dolar AS. Ebitdanya turun," ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Menurut dia, Ebitda dan pendapatan PTFI turun disebabkan oleh ditutupnya tambang terbuka (open pit). Penutupan tambang ini telah dilakukan bertahap sejak akhir 2018 hingga 2019.

"Ebitda dan revenue PTFI turun karena tambang open pit berhenti. Bukan masalah cadangan atau kadar tapi masalah proses saja belum dimulai (ke underground pit),” ujar dia.

Untuk menyiasati penutupan tambang ini, pihaknya sedang melakukan pengeboran tambang tertutup sebagai pengganti. Oleh karenanya, pada 2020 nanti pendapatan PTFI akan kembali bergairah hingga 2025 mencapai puncaknya.

Sebagai informasi, proyeksi pendapatan PTFI pada tahun ini hanya 3,14 miliar dolar AS, sedangkan pendapatan Ebitda sebesar 1,25 miliar dolar AS. Jumlah ini menurun lebih dari separuh pendapatan PTFI pada tahun 2018 sebesar 6,52 miliar dolar AS dan Ebitda sebesar 4 miliar dolar AS.
 
Sebelum 2022, pendapatan PTFI hanya akan sebesar 3,83 miliar dolar AS dan Ebitda 1,79 miliar dolar AS. Sementara pada 2021, pendapatan diprediksi sebesar 5,12 miliar dolar AS dan Ebitda 2,64 miliar dolar AS
 
Pada 2022, pendapatan akan kembali menyentuh angka 6,16 miliar dolar AS dan Ebitda 3,62 miliar dolar AS. Setelah itu, dalam beberapa tahun ke depan, pendapatan PTFI diprediksi akan stabil, bahkan bisa menembus di atas 7 miliar dolar AS.
 
"2020 (pendapatan Ebitda) mulai naik, lalu paling optimal 2025 lalu stabil setelah itu," tuturnya.

“2020 mulai naik, lalu paling optimal 2025 lalu stabil setelah itu," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk