Pergeseran Bisnis ke Digital Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 20:05 WIB
Pergeseran Bisnis ke Digital Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru

Pergeseran bisnis dari konvensional menjadi digital menuai pro-kontra karena dinilai dapat mengurangi lapangan kerja. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Pergeseran bisnis dari konvensional menjadi digital menuai pro-kontra karena dinilai dapat mengurangi lapangan kerja. Namun, ternyata bisnis digital menciptakan lapangan kerja baru yang sangat berbeda.

Ketua Bidang Ekonomi Digital IdEA Bima Laga mengatakan, lapangan kerja baru ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Pasalnya, perkembangan teknologi begitu cepat berubah.

"Kita melihatnya mungkin shifting ya, sekarang kita lihat ada orang kerjaannya di social media, dulu kita tidak terpikirkan," ujarnya saat diskusi di Hotel Four Points, Jakarta, Selasa (9/7/2018).

Misalnya, customer service yang biasanya menjawab keluhan konsumen via telepon kini bergeser ke sosial media. Kemudian, periklanan dan marketing juga mulai bergeser ke digital.

Oleh karenanya, era digital ini bukan menghilangkan lapangan pekerjaan melainkan hanya bergeser platform. Pergeseran ini pun akan terus berubah seiring dengan berkembangnya teknologi.

"Seperti CS ini, sudah sangat krusial mengatur sosial media. Dengan keadan industri ini akhirnya tercipta," kata dia.

Indonesia membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor teknologi untuk mendongkrak industri ekonomi digital yang saat ini tengah berkembangnya. Namun, masih banyak generasi muda yang kurang edukasi mengenai peluang untuk terjun ke sektor ini.

Merunut riset yang dilakukan oleh Google, AT Kearney & Amvesindo pada tahun 2017, sektor industri ekonomi digital sudah menduduki posisi tiga besar investasi di Indonesia. Menyadari hal ini, pemerintah Indonesia akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan e-commerce. Tentunya, dengan validasi data ini, diperlukan individu yang memiliki pemahaman dan penguasaan teknologi informasi komunikasi.

Tak hanya itu, data yang dirilis oleh The PPRO Payments and e-Commerce Report 2018, mencatat Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia sebesar 78 persen. Data ini menjadi satu dasar bagi pelaku industri ekonomi bahwa ada kebutuhan yang mendasar untuk talenta berkualitas yang siap bersaing dengan talenta impor di tengah gencarnya investasi asing di industri ekonomi digital Indonesia. 

Editor : Ranto Rajagukguk