Sebut Korupsi Turunkan Kinerja Ekonomi dan Demokrasi, Sri Mulyani: Bahayanya Sangat Nyata

Antara · Rabu, 08 Desember 2021 - 14:07:00 WIB
Sebut Korupsi Turunkan Kinerja Ekonomi dan Demokrasi, Sri Mulyani: Bahayanya Sangat Nyata
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa korupsi akan menurunkan kinerja ekonomi dan demokrasi suatu negara. (foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa korupsi akan menurunkan kinerja ekonomi dan demokrasi suatu negara. Menurutnya, hal ini harus dicegah sedini mungkin melalui pembangunan sistem, budaya, dan integritas.

"Ini adalah suatu penyakit yang ada dan bisa menghinggapi serta menggerus fondasi suatu masyarakat dan negara. Jadi bahayanya sudah sangat nyata," ujar Sri Mulyani dalam Peringatan Hakordia Kementerian Keuangan 2021 secara daring dikutip dari Antara, Rabu (8/12/2021).

Sri Mulyani menambahkan, turunnya kinerja ekonomi suatu negara akan terjadi, terutama dari sisi makro akan terjadi ketidakmerataan dan kemiskinan yang terus-menerus apabila korupsi terus merajalela.

Selain itu, kehidupan masyarakat akan menjadi semakin buruk karena terjadi ketidakmerataan penghasilan dan jumlah kemiskinan yang semakin besar, serta adanya perbedaan penghasilan antara satu kelompok orang yang melakukan korupsi dengan mereka yang tidak korupsi semakin besar.

Kemudian, menurutnya korupsi juga akan menyebabkan ketiadaan kegiatan produktif dalam bentuk investasi lantaran korupsi mengurangi dana yang tersedia untuk investasi, memperkecil kesempatan kerja yang dapat disediakan, menimbulkan pengangguran yang tingi, yang akan menyebabkan tingginya kemiskinan.

"Siapa pun yang memiliki modal, dia akan berpikir seribu kali apakah dia bisa melakukan kegiatan produktif tanpa dia menjadi korban dari korupsi yang merajalela," kata dia.

Dengan demikian, Sri Mulyani mengatakan hal-hal tersebut pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, sebagai akibat dari ketidakpastian pelaksanaan program bidang ekonomi karena dana terkorupsi, sehingga tidak tersedia untuk kegiatan pembangunan ekonomi.

Di sisi lain, dia menyebut bahwa demokrasi dan representasi suatu bangsa juga akan tergerus, sebagai akibat dari kebiasaan korupsi yang menimbulkan pemerintahan yang tidak transparan karena orang membeli, membagi jabatan, dan promosi seseorang dalam jabatan melalui tindakan korupsi.

Maka dari itu dia menilai pencegahan korupsi harus dilakukan berbagai negara melalui pembangunan sistem yang harus lebih tahan terhadap kemungkinan terjadinya perilaku korupsi, permasalahan budaya, dan integritas yang menjadi fondasi utama.

"Integritas adalah akuntabilitas ditambah dengan kompetensi dan etika, minus korupsi," ucap Sri Mulyani. 

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda