Skenario New Normal, Pengusaha Minta Pemerintah Tingkatkan Layanan Kesehatan

Aditya Pratama ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 13:39 WIB
Skenario New Normal, Pengusaha Minta Pemerintah Tingkatkan Layanan Kesehatan

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. (Foto: SINDO)

JAKARTA, iNews.id - Wacana penyesuaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat perekonomian nasional akan memasuki fase New Normal. Adapun penerapan new normal nanti akan tetap menitikberatkan pada protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyampaikan, pengusaha yang tergabung di Apindo siap untuk menerapkan new normal. Dia pun optimistis new normal bisa dilakukan dan akan berdampak pada perekonomian ke depannya.

"Bila skenario ini berhasil dilakukan  tanpa meningkatkan penyebaran wabah secara eksponensial di tempat kerja, tentu ini akan berkontribusi mendorong pergerakan ekonomi nasional yang lebih tinggi dari saat ini walaupun belum bisa setinggi pada pra-pandemi," ujar Shinta kepada iNews.id, Jumat (22/5/2020).

Shinta mengatakan, Apindo sepakat dengan pemerintah jika hendak menerapkan new normal. Pasalnya, di tengah pandemi saat ini masyarakat harus bisa hidup dengan virus corona sampai vaksin ditemukan.

"Kondisi new normal akan membutuhkan protokol kesehatan yang baru bagi masyarakat, pelaku usaha dan pekerja serta transisi dari kondisi PSBB. Belum tentu juga tingkat kepatuhan kita semua terhadap protokol kesehatan baru tersebut akan tinggi sehingga kondisi penyebaran wabahnya akan turun," kata dia.

Dia berpendapat skenario new normal juga perlu dipertimbangkan dengan adanya perubahan kapasitas layanan kesehatan di daerah-daerah yang menerapkan hal tersebut. Idealnya, kondisi new normal disertai dengan peningkatan kapasitas layanan kesehatan untuk mendeteksi dan mengobati pandemi Covid-19.

"Karena ada kemungkinan 50:50 bahwa new normal menciptakan surge of patients bila protokol kesehatan new normal tidak berhasil menghentikan wabah seperti yang diharapkan," ucapnya.

Shinta menyampaikan, setidaknya skenario kesehatan pada new normal harus dibuat dengan penekanan pada Standar Operasional Prosedur dan protokol kesehatan baru yang perlu disosialisasikan kepada pelaku usaha, pekerja dan masyarakat.

Editor : Ranto Rajagukguk