Soal RPP Jaminan Produk Halal, Jokowi: Belum Sampai ke Saya

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 16 April 2019 - 16:01 WIB
Soal RPP Jaminan Produk Halal, Jokowi: Belum Sampai ke Saya

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jaminan Produk Halal yang sudah masuk tahap finalisasi. Regulasi ini merupakan turunan dari Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Rancangan PP ini belum sampai kepadanya. Dengan demikian RPP masih dikaji oleh para menteri.

"Belum sampai ke saya. Ya nanti kalau sampai di meja saya, saya tanda tangani," ujarnya di GBK Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, hambatan dalam menyelesaikan RPP ini karena masih perlu banyak kajian dari lintas kementerian dan lembaga. Pasalnya, produk halal memiliki banyak jenisnya tidak hanya berupa makanan dan minuman tapi juga obat-obatan, kosmetik, dan fashion.

"Tentu ini perlu masih banyak koordinasi karena ini lintas kementerian dan lembaga. Semuanya, kita sedang koordinasi, jadi tidak parsial. Cara melihatnya kan harus komprehensif, harus menyeluruh, tidak bisa satu persatu," ujarnya di kesempatan yang sama.

Sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), maka semua produk termasuk UMKM wajib bersertifikat halal terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2019. Dengan UU ini diharapkan semua produk wajib bersertifikat halal, di mana selama ini sifatnya masih sukarela.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mencatat selama ini produk yang memiliki sertifikat produk halal masih sedikit paling sekitar 2 persen, karena selama ini sifatnya masih sukarela.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama ini bisa segera difinalkan dan lalu segera ditandatangani oleh Presiden," tuturnya.

Hal ini sejalan dengan potensi Indonesia yang diprediksi akan menjadi Top 10 ekonomi terbesar di dunia pada 2030. Berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia telah dinobatkan sebagai nomor 1 wisata halal bersaing dengan 130 negara Iainnya, termasuk Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei dan negara Iainnya. Hal ini menjadikan industri gaya hidup halal sebagai angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


Editor : Ranto Rajagukguk