Sri Mulyani: Banyak Masyarakat Tinggal di Permukiman Kumuh

Rina Anggraeni ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 16:54 WIB
Sri Mulyani: Banyak Masyarakat Tinggal di Permukiman Kumuh

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan akan terus memperbaiki ekonomi Indonesia. Terutama pada sektor perumahan yang masih perlu ada perbaikan. 

Sri Mulyani mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia masih menempati rumah yang kumuh ketimbang yang layak. Hal ini karena masih ada ketimpangan sosial. 

"Dari aspek kelayakan di mana 41,7 persen masyarakat atau rumah tangga menempati hunian yang hanya memiliki satu aspek kelayakan dan sebagian di antaranya bahkan menempati permukiman yang kumuh," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (15/10/2020). 

Dia mengatakan, sektor perumahan memiliki dampak sangat besar bagi perekonomian. Menurut dia, sektor perumahan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta memiliki efek berantai dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

"Pengeluaran rumah tangga dari sektor ini akan bisa menambahkan peningkatan PDB sebesar 0,6 hingga 1,4 persen bisa menyerap tenaga kerja di sektor perumahan sebanyak 4,23 juta orang. Artinya setiap pembiayaan yang dilakukan pada sektor perumahan memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian," ujarnya.

Menurut dia, sektor properti berpotensi menumbuhkan perekonomian pada sektor lainnya. Dampak ini bisa mendorong aktivitas perdagangan, jasa real estate hingga pendidikan.

"Sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) maka sektor perumahan akan ditingkatkan kontribusinya terhadap PDB kita dari 2,9 persen menjadi 4 persen," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk