Sri Mulyani Sebut Kenaikan Suku Bunga Bisa Terjadi Sampai Pertengahan Tahun 2023

Michelle Natalia ยท Jumat, 02 Desember 2022 - 11:18:00 WIB
Sri Mulyani Sebut Kenaikan Suku Bunga Bisa Terjadi Sampai Pertengahan Tahun 2023
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kenaikan suku bunga bisa terjadi sampai pertengah tahun 2023. 

Hal itu, disampaikan Sri Mulyani dalam Kompas100 CEO Forum 2022 bertajuk "Membuat Terang di Tahun Menantang: 7 Langkah Menavigasikan Pemulihan 2023" secara virtual di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Menurut dia, kenaikan suku bunga (interest rate) dan pengetatan suku bunga, memang didesain untuk memoderasi sisi permintaan untuk mengendalikan inflasi agar tidak bergerak liar. 

Seiring dengan krisis global yang telah terlihat dan diperkirakan akan terjadi resesi pada 2023, Menkeu menyebut, kenaikan suku bunga pasti akan terjadi paling tidak setengah tahun lamanya di tahun depan. 

"Interest rate-nya tinggi, inflasinya menurunnya mungkin mulai bertahap. Itu risiko pertama yang harus kita lihat. Beberapa pejabat tinggi The Fed sudah menyampaikan is gonna be high for relatively long. Ini berarti dampak terhadap ekonomi di negara maju mungkin akan terasa sepanjang tahun 2023," ujar Sri Mulyani. 

Dia mengungkapkan, pemerintah Indonesia masih optimistis dengan pertumbuhan ekonomi. Itu sebabnya UU APBN 2023 mengasumsikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen. Meski demikian, selalu ada risiko yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. 

"Jadi kalau saya bicara 5,3% itu ada dalam UU APBN 2023. Namun sama halnya setiap kita lihat setiap tahun, selalu ada upside dan downside risks," ujar Sri  

Dampaknya terhadap perekonomian Indonesia, tentunya adalah satu, kalau suku bunga tinggi, maka terjadi capital outflow. Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia, dalam hal ini termasuk yang terkena capital outflow dari non residen.

"Pemegang SBN asing kemudian keluar dari Indonesia atau melepas SBN Indonesia, yang juga berarti yield dari SBN akan naik. Itu yang sekarang sedang dirasakan," kata Sri Mulyani. 

Soal suku bunga di dalam negeri, lanjutnya, Bank Indonesia (BI) terpaksa harus juga menyesuaikan atau adjusting terhadap tren tekanan global ini. 

"Dampaknya terhadap perekonomian tahun depan, seberapa resilien investasi kita tetap bisa bertahan dalam kondisi kecenderungan suku bunga akan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Kan itu yang harus kita lihat," ungkap Sri Mulyani.

Dia menjelaskan, perbankan juga akan melihat pertumbuhan kreditnya mereka akan tetap resilien atau tidak. IPO atau perusahaan-perusahaan yang akan tetap melakukan listing supaya capital dan investment tetap terjadi. 

Menkeu memaparkan, hal-hal yang akan dilihat di 2023 adalah apakah investasi bisa tumbuh tetap terjaga di atas 5 persen. Kalau investasi bisa bertahan tumbuh di atas 5 persen, Indonesia punya harapan bahwa resiliensi dari ekonomi kita akibat kenaikan interest rate karena inflasi tinggi dari dunia itu bisa kita jaga. 

"Saya akan lebih bertanya pada CEO disini, Anda confident tidak untuk tetap ekspansi sehingga growth investasi di atas 5%? Itu penting. Yang kedua, konsumsi rumah tangga yang menjelaskan hampir 56-57 persen dari PDB kita, apakah juga akan tetap bisa tumbuh di atas 5%?," tutur Sri Mulyani.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda