Sri Mulyani Sebut Pemulihan Pascapandemi Tak Semulus yang Diharapkan
"Karena manusia itu tidak bisa seperti listrik yang bisa di-on dan off. Sehingga ketika aktivitas terjadi tapi sisi suplai belum ada, restoran dibuka tapi rekrutmen pelayannya tidak terjadi dengan gampang, toko-toko dibuka pelayannya tidak cukup, barangnya masih stranded," tuturnya.
Begitu pula dengan permasalahan kontainer di logistik. Dalam waktu tiga tahun, ada kontainer yang di Eropa, ada yang di AS, ada yang di Asia, ada di Indonesia.
"Karena tiga tahun tidak ada traffic, demand-nya dimana suplainya dimana, kontainernya dimana," ucapnya.
Fenomena ini pun yang memicu peningkatan jumlah barang, jumlah permintaan, jumlah jasa hingga kenaikan gaji. "Itu, fenomena yang to be very honest, di negara-negara maju, para policy makers taken aback. Mereka surprised dengan situasi itu," ujarnya.
Editor: Aditya Pratama