Sri Mulyani Sebut Program Pemulihan Ekonomi Naik Jadi Rp677,20 Triliun
Sementara itu, insentif bagi dunia usaha agar mampu bertahan dengan merelaksasi di bidang perpajakan dengan stimulus lainnya mencakup Rp120,61 triliun.
Kemudian, untuk bidang pembiayaan dan korporasi termasuk di dalamnya adalah pernyataan modal negara, talangan untuk Kredit Modal Kerja darurat untuk non-UMKM padat karya, serta belanja untuk premi risiko untuk modal kerja bagi industri padat karya yang pinjamannya di atas Rp10 miliar hingga Rp1 triliun, termasuk penjaminan termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta dana talangan, sebesar Rp 44,57 triliun.
"Itu masuk kategori pembiayaan korporasi. baik BUMN, korporasi padat karya di atas 10 miliar hingga Rp 1 triliun dan untuk non padat karya," kata Sri Mulyani.
Terakhir, dukungan untuk sektoral maupun Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah (Pemda) mencalai Rp97,11 triliun.
Editor: Ranto Rajagukguk