Survei: Pendapatan 76 Persen Masyarakat Indonesia Turun akibat Covid-19

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 22:02:00 WIB
Survei: Pendapatan 76 Persen Masyarakat Indonesia Turun akibat Covid-19
Survei menunjukkan 76 persen masyarakat Indonesia pendapatan rumah tangganya turun akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Survei menunjukkan 76 persen masyarakat Indonesia pendapatan rumah tangganya turun akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020. Hal tersebut diungkap studi yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)

"Sekarang 76 persen mengatakan pendapatan rumah tangga menurun dibandingkan sebelum wabah Covid-19," ujar Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando dalam rilis survei SMRC dan webinar, Kamis (25/6/2020).

Ade menjelaskan pada Maret 2020, masyarakat menyatakan pendapatannya masih tetap. Namun hingga Juni, masyarakat yang mengaku pendapatannya tetap hanya 19 persen.

Survei tersebut juga menanyakan responden terkait keadaan ekonomi rumah tangga setelah wabah Covid-19 berakhir. Hasil survei menunjukkan sekitar 46 persen warga menilai kondisi ekonomi rumah tangganya akan lebih baik setelah wabah Covid-19 berakhi. Sementara yang menilai menjadi lebih buruk atau tidak ada perubahan sebanyak 45 persen.

"Jadi ada harapan kondisi ekonomi rumah tangga membaik kalau wabah Covid-19 berakhir," katanya.

Sementara itu, ada 44 persen responden yang optimistis ekonomi rumah tangga tahun depan lebih baik atau jauh lebih baik dibanding sekarang. Sementara yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk sekitar 23 persen, sedangkan yang mengatakan tidak ada perubahan 18 persen.

Tercatat sekitar 85 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun lalu.

"Kondisi Juni (85 persen yang menilai lebih buruk ini) sudah berubah dari Mei, yang saat itu 92 persen rakyat Indonesia katakan kondisi ekonomi nasional buruk. Ada gejala orang lebih optimistis di Juni," katanya.

Survei juga mengungkap respon masyarakat atas keadaan ekonomi nasional setahun ke depan. Hanya 34 persen warga yang menilai kondisi ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dari sekarang.

"Yang mengatakan lebih baik ada sekitar 34 persen. Meski itu lebih tinggi dari yang bilang lebih buruk yaitu 27 persen. Lebih tinggi pula dari yang bilang tidak ada perubahan sebesar 20 persen," ujar Ade.

Survei SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon kepada 1.978 responden di seluruh Indonesia (dengan margin of error 2,2 persen) sejak April 2020 dan terakhir pada periode 18-20 Juni 2020.

Editor : Dani M Dahwilani