Tahap Awal, Sri Mulyani Targetkan LPI Bisa Tarik Investasi hingga Rp300 Triliun

Giri Hartomo ยท Rabu, 03 Maret 2021 - 23:09:00 WIB
Tahap Awal, Sri Mulyani Targetkan LPI Bisa Tarik Investasi hingga Rp300 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan tentang pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Indonesia Investment Authority (INA) ini diperkirakan mampu menarik investasi hingga Rp300 triliun.

Menurut Sri Mulyani, dana yang ditarik akan menjadi dana kelolaan INA. Dana tersebut untuk membantu pembangunan di Indonesia dengan porsi 70 persen untuk investor dan sisanya INA.

"INA 30 persen dan investor 70 persen, maka kita berharap INA mampu menarik dana investasi sebesar Rp300 triliun akan bisa jadi partner dari INA," ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021). 

Menurut Sri Mulyani, angka Rp300 triliun itu masih bisa bertambah lagi. Pasalnya, angka tersebut merupakan target tahap awal yang masuk konservatif di periode pertama pembentukan INA.

"Ini target konservatif, ini tentu akan lebih tinggi kalau INA sudah matang secara organisasi dan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang," ucap Sri Mulyani. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, adanya LPI ini akan melengkapi kemampuan pemerintah untuk berkolaborasi di dalam penanaman modal dalam bentuk ekuitas atau nonutang. Apalagi, APBN juga memiliki keterbatasan ditambah adanya pandemi Covid-19 seperti saat ini.  

“Ekspansi APBN tentu memiliki keterbatasan apalagi sudah dua tahun berturut-turut kita harus menjadi instrumen utama untuk menahan shock Covid-19. Sementara kebutuhan untuk pembangunan masih akan terus berjalan. Kebutuhan untuk membangun infrastruktur apakah itu jalan raya, listrik, di bidang ICT telekomunikasi, di bidang air bersih sanitasi, jalan tol bahkan airport masih sangat besar,” katanya. 

Sebagai informasi, Pemerintah telah resmi menyuntikan modal untuk Lembaga Pembiayaan Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF Indonesia) sebesar Rp15 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020. Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2020 Tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020 Tentang Lembaga Pengelola Investasi. 

Dengan begitu, pemerintah tinggal menuntaskan sisa penyertaan modal negara (PMN) untuk SWF yang telah ditargetkan sebesar Rp75 triliun atau setara dengan 5 miliar dolar AS. 

Untuk menuntaskan sisa suntikan yang mencapai Rp60 triliun dalam satu tahun anggaran, yakni pada 2021. 

Editor : Ranto Rajagukguk