Tahun Depan, Bulog Fokus Tingkatkan Penjualan Komersial

Diaz Abraham ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 16:13 WIB
Tahun Depan, Bulog Fokus Tingkatkan Penjualan Komersial

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso

JAKARTA, iNews.id - Perum Bulog berencana meningkatkan kinerja penjualan komersial pada masyarakat pada tahun depan. Ini dikarenakan berkurangnya penugasan dari pemerintah untuk menyediakan beras bagi masyarakat kurang mampu. Hingga saat ini beberapa strategi yang telah dilakukan yakni bekerja sama dengan pasar retail dan BUMN hingga membuat toko online bernama Panganandotcom di e-commerce.

"Ke depannya Perum Bulog akan lebih meningkatkan kinerja komersial melalui penjualan komoditi pangan melalui online dan ofline juga optimalisasi aset dan penguatan anak perusahaan serta unit bisnis," kata Direktur Umum Perum Bulog Budi Waseso di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Dia menjelaskan, inovasi model penyaluran yang tadinya offline melalui operasi pasar dan toko toko menjadi online tersebut, akan diadopsi untuk membantu penyebaran beras Bulog kepada masyarakat kurang mampu di pelosok negeri. Dengan demikian mereka tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk menjemput beras yang telah disediakan oleh pemerintah.

"Nanti masyarakat tidak lagi ke toko beras dia langsung pesan melalui ecommers, langsung diantar ke rumah, ini terobosan yang sedang dan akan dikembangkan Bulog. Ini yang kita sampaikan," kata dia.

Kinerja positif Bulog mulai memberi hasil positif karena harga bahan kebutuhan pokok khususnya beras yang biasanya merangkak naik di pengujung tahun kini tetap stabil. Padahal, sebagian besar wilayah di Indonesia tengah menghadapi kemarau panjang.

Hal ini membuktikan bila stok beras di pasaran masih aman dan Bulog masih memiliki stok cadangan beras sebesar 2,1 juta ton di gudang. Buwas, sapaan akrabnya, memprediksi bila panen pada 2020 akan datang di April atau Mei karena masa tanam padi mundur akibat kemarau, tapi dirinya mengaku optimis dengan ketersediaan stok beras Tanah Air karena Bulog memiliki stok melimpah.

"Faktanya beras ini tersedia banyak baik di pasar maupun di Bulog, di retail juga banyak beras. Sampai hari ini harga relatif masih stabil ini menbuktikan bahwa produksi beras kita cukup dengan kemarau panjang yang seharusnya Desember ini sudah mulai terjadi kenaikan dan produksi yang menipis, tapi hari ini di pasaran masih banyak stok beras seperti di food station di Pasar Induk Cipinang, berarti ukurannya ya masih aman," ucapnya.

Tidak hanya model bisnis yang diubah, Bulog turut melakukan inovasi di sektor penyimpanan barang melalui modernisasi gudang di semua daerah. Selain itu, mereka menghadirkan produk unggulan dan berbeda dibanding kompetitor lainnya dengan peluncuran beras berfortivikasi, yakni beras yang mengandung vitamin.

Usaha ini diyakini bakal menambah daya saing produk Bulog disektor komersial dan mengukuhkan namanya menjadi raja bahan pokok dalam negeri. Namun tetap menjalankan kewajibannya sebagai tangan kanan pemerintah menyebarkan bahan pangan pokok bagi masyarakat kurang mampu.


Editor : Zen Teguh