Terdampak Covid-19, Afrika Selatan Peroleh Pinjaman Rp14,2 Triliun

Djairan ยท Minggu, 21 Juni 2020 - 13:08:00 WIB
Terdampak Covid-19, Afrika Selatan Peroleh Pinjaman Rp14,2 Triliun
Kementerian Keuangan Afrika Selatan melaporkan The New Development Bank (NDB) telah menyetujui pinjaman darurat sebesar Rp14,2 triliun. (Foto: AFP)

CAPE TOWN, iNews.id - Kementerian Keuangan Afrika Selatan melaporkan The New Development Bank (NDB) telah menyetujui pinjaman darurat sebesar Rp14,2 triliun kepada negara paling maju di benua Afrika tersebut. Hal itu guna membantu mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari pandemi Covid-19.

NDB sendiri merupakan bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Bank tersebut dioperasikan oleh negara-negara anggota sebagai alternatif lain dalam memperoleh pinjaman dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

"Program pinjaman darurat di tengah pandemi Covid-19 ke Afrika Selatan akan diberikan sebagai tanggapan atas permintaan mendesak kami, demi memenuhi kebutuhan pembiayaan langsung dari pemerintah untuk memulihkan kondisi perekonomian saat ini," ujar pihak Kementerian Keuangan dalam sebuah pernyataan resminya, dikutip dari Reuters Minggu (21/6/2020).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Afrika Selatan Tito Mboweni mengatakan adanya rencana pemerintah bersama parlemen untuk meluncurkan anggaran darurat lainya, dengan perubahan besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, beberapa waktu lalu pemerintah setempat telah memutuskan menutup diri dari turis asing sampai 2021, sebagai langkah serius menangani dampak pandemi Covid-19. Hal ini tentu berbeda dengan negara-negara lain yang akan membuka wisatanya jelang liburan musim panas.

Hingga bulan Juni 2020, Afrika Selatan mulai menurunkan level kebijakan lockdown-nya menjadi level tiga. Saat ini negara tersebut telah memperbolehkan kegiatan bisnis yang terkait dengan pariwisata domestik untuk buka kembali. 

Terlihat pada pekan ini kebijakan tersebut mulai mendukung perekonomian untuk pulih kembali. Setelah mendeteksi kasus pertamanya pada bulan Maret, infeksi dan kematian telah menyebar di Afrika Selatan. 

Sampai hari ini, tercatat 92.681 kasus pasien positif Covid-19, serta angka kematian mencapai 1.877 orang. 

Editor : Ranto Rajagukguk