Tingkatkan Ekspor, Jokowi Perintahkan Mendag dan Menlu Selesaikan Perjanjian Dagang

Antara ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 17:02 WIB
Tingkatkan Ekspor, Jokowi Perintahkan Mendag dan Menlu Selesaikan Perjanjian Dagang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan percepatan negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi maupun perjanjian perdagangan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan percepatan negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi maupun perjanjian perdagangan. Hal ini untuk meningkatkan ekspor sehingga defisit neraca perdagangan bisa ditekan.

"Pak Menteri Perdagangan (Mendag), Bu Menteri Luar Negeri (Menlu), ini betul-betul kalau perlu setiap hari kejar terus untuk negara-negara potensial yang menjadi ekspor produk-produk kita yang kita belum memiliki perjanjian kemitraan," kata Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaannya saat rapat terbatas bertopik "Akselerasi Program Perindustrian dan perdagangan, pengembangan Industri dan Perdagangan" di Kantor Presiden, Jakarta pada Rabu (11/12/2019).

Jokowi juga menyoroti perlunya percepatan perjanjian perdagangan dengan negara-negara ASEAN, anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP), hingga negara-negara Afrika.

Dia meminta pemerintah memperkuat negosiasi dalam memetakan produk-produk yang berpotensi untuk diekspor. Pengusaha dalam negeri juga diminta berpartisipasi memaksimalkan peluang tersebut.

Selain itu, pemerintah juga terus menuntaskan upaya memperbaiki pelayanan dan insentif bagi investor. "Kita harus menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah; memangkas beberapa regulasi yang menghambat kinerja ekspor, pembenahan akses pembiayaan ekspor, kemudian meningkatkan kualitas produk ekspor baik dari sisi packaging, branding dan lain-lainnya, dan juga penyiapan kawasan industri yang berorientasi ekspor yang betul-betul terintegrasi," kata dia.

Jokowi memerintahkan kabinetnya memberi keleluasaan bagi investasi industri subtitusi produk impor, seperti besi baja, dan petrokimia.

Perlu ada langkah konkret dalam mendorong tumbuhnya industri subtitusi impor yang akan mendorong terciptanya lapangan kerja di Tanah Air.


Editor : Ranto Rajagukguk