Wamen ESDM Klaim TKDN Sektor Migas Capai 64 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 24 Juli 2018 - 19:03:00 WIB
Wamen ESDM Klaim TKDN Sektor Migas Capai 64 Persen
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mencatat realisasi penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sektor minyak dan gas bumi (migas) selama tahun ke tahun mengalami kenaikan. Di tahun 2018 ini, TKDN sektor migas ESDM sudah mencapai 64 persen.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, berdasarkan data realisasi penggunaan TKDN dua tahun terakhir tercatat pada 2016 mencapai 55 persen, 2017 sebanyak 58 persen, dan 2018 sebesar 64 persen.

"Dari kurva kita, 2016 sampai 2018 naik selalu penggunaan TKDN-nya. Jadi kita naik terus," ucapnya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Karena itu, pemerintah terus mendorong penggunaan TKDN, terutama di sektor migas. Pasalnya, beberapa komponen dalam sektor migas seperti pipa gas masih memakai produk luar negeri.

"Bagaimana caranya kalau ada produksi untuk migas, pipa dalam negeri yang speknya masuk, harga kompetitif, ini untuk digunakan di dalam negeri," kata dia.

Sebab, lanjutnya, jika terus mengandalkan produk impor ketika nilai tukar rupiah terus melemah seperti saat ini maka dikhawatirkan dapat menggerus cadangan devisa. Apalagi tren pelemahan ini masih belum dapat diprediksi kapan akan berakhir dengan adanya normalisasi kebijakan AS.

Meski demikian, pemeritah tetap mengutamakan pipa dalam negeri yang memenuhi standar keamanan. Pasalnya, dalam sektor migas sangat rentan terjadi kesalahan.

"Ini juga nanti ada multiplier effect. Ini benar-benar yang diproduksi dalam negeri. Nah, ini tugas saya melihat bagaimana caranya untuk yang bisa diproduksi dalam negeri bisa digunakan," ucapnya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengatakan, selama ini implementasi dari TKDN belum optimal. Dengan demikian, pemerintan perlu berupaya lebih keras untuk mendorong penggunaan TKDN.

"Ya harus  diperkuat TKDN-nya terutama di sektor migas karena ada berbagai ketentuan, nanti di migas lah, sehingga implementasi dari TKDN ini kurang optimal. Kita harus bergerak bagaimana mengoptimalkan TKDN," tuturnya di kesempatan yang sama.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan optimalisasi TKDN bisa mengurangi impor hingga 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS). "Betul. Ini kita bisa menghemat 20 miliar dolar AS dari TKDN itu. Bisa sampai segitu. Itu perkiraan bisa menurunkan impor, jadi neraca perdagangan kita bisa positif," ujar dia.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda