Hasil Ekshumasi Sutrimo! Polda Metro Jaya: Tak Ditemukan Racun hingga Luka Kekerasan
Namun, kandungan kafein yang ditemukan dalam tubuhnya dinilai dapat menjadi faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut.
"Penyakit jantung iskemik tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian. Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut," ujarnya.
Sempat Ditemukan dengan Mulut Berbusa
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mulut berbusa di depan Klinik Modernt, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Penyebab kematian Sutrimo, 42 tahun, sempat belum dapat dipastikan setelah proses ekshumasi dan autopsi. Tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap puluhan sampel yang diambil dari tubuhnya.
Ahmad Yudianto sebelumnya mengatakan sampel tersebut berasal dari berbagai bagian tubuh Sutrimo, mulai dari kepala hingga bagian tubuh bawah. Sampel terdiri atas jaringan, organ dalam, dan swab.
"Perkiraan antara 2-3 minggu bisa terselesaikan dari hasil laboratoriumnya," kata Ahmad Yudianto di Polresta Banyumas, dikutip dari iNews Purwokerto, Rabu (12/8/2026).
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mencari penyebab kematian berdasarkan bukti medis dan ilmiah. Pemeriksaan tersebut mencakup histopatologi, toksikologi, dan DNA.
Editor: Suriya Mohamad Said