Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panglima Jilah usai Bertemu Prabowo di Istana: Peladang Bukan Pemicu Karhutla!
Advertisement . Scroll to see content

Panglima Jilah Buka Suara soal Karhutla Kalbar: Peladang Adat Jangan Jadi Kambing Hitam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:36:00 WIB
Panglima Jilah Buka Suara soal Karhutla Kalbar: Peladang Adat Jangan Jadi Kambing Hitam
Panglima Jilah membantah aktivitas berladang masyarakat adat menjadi penyebab karhutla di Kalbar. Ia menegaskan warga berladang di lahan mineral. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

Panglima Jilah mengatakan tradisi berladang masyarakat adat telah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum berkembangnya perusahaan perkebunan berskala besar di Kalimantan.

Dalam praktiknya, masyarakat adat juga melakukan pengawasan ketika menggunakan api untuk membuka lahan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan api tetap terkendali dan tidak merambat ke kawasan hutan di sekitarnya.

"Ya kita masyarakat adat itu memang selalu monitoring Pak. Jadi kalau kita membakar di mana lahan ladang kita dibakar, di situ lah kita yang akan monitoring-nya. Dan itu tidak pernah terjadi namanya ada kebakaran hutan. Sebelum adanya perkebunan ya, di Kalimantan itu sudah ada namanya berladang. Dari zaman dulu, ribuan tahun yang lalu bahkan," ungkapnya.

Dia menambahkan, aturan terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar semestinya memperhatikan perbedaan antara praktik berladang masyarakat adat dengan aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan skala besar.

Menurut Panglima Jilah, masyarakat adat memiliki kearifan lokal dalam mengelola lahan, termasuk dalam penggunaan api untuk membuka ladang.

"Itu khusus untuk perkebunan saja. Kalau kearifan lokal tidak. Beliau mendukung masyarakat adat. Peladang didukung,” imbuhnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut