Paris Siaga! Pemilik Toko Pasang Barikade Jelang Demo Besar, Takut Dijarah Lagi
PARIS, iNews.id — Gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang diwarnai kerusuhan meluas di sejumlah kota utama Prancis, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Lille. Menjelang aksi unjuk rasa lanjutan, para pemilik toko dan gerai busana di Paris terpaksa memasang barikade besi kokoh guna melindungi tempat usaha mereka dari potensi perusakan dan penjarahan.
Langkah antisipasi tersebut diambil menyusul maraknya aksi anarki dalam demonstrasi sebelumnya, di mana massa tidak hanya membakar kendaraan dan memblokir jalan, tetapi juga merusak serta menjarah toko-toko di pusat kota, termasuk gerai-gerai merek mewah ternama seperti YSL dan Louis Vuitton.
Aksi unjuk rasa nasional ini melibatkan gabungan kelompok aktivis gerakan rompi kuning, mahasiswa, petani, aktivis iklim, hingga serikat pekerja. Mereka turun ke jalan guna memprotes melonjaknya biaya hidup serta kebijakan pemerintah.
Di Marseille dan Paris, massa menyeret penghalang logam ke tengah jalan, membalikkan tempat sampah, serta membakarnya hingga asap hitam pekat membumbung tinggi. Kerusuhan tak terhindarkan saat demonstran melemparkan botol dan benda tumpul ke arah petugas, yang dibalas dengan tembakan gas air mata serta semprotan merica.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat lebih dari 32.000 orang bergabung dalam sekitar 140 aksi protes di luar Paris, dengan lebih dari 160 orang dilaporkan telah ditangkap oleh aparat keamanan.
Menanggapi eskalasi kerusuhan yang kian memanas, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengimbau seluruh demonstran untuk menahan diri, menjaga ketenangan, serta menghormati keselamatan warga maupun fasilitas publik.
Di lain sisi, situasi di Prancis turut menuai respons dari luar negeri. Saat berpidato di Georgia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat berkelakar meminta warga AS membelanjakan dana insentif domestik daripada bepergian ke luar negeri untuk terlibat dalam kerusuhan di Prancis.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar