Pasokan BBM Bali Kembali Normal, Bahlil Siapkan Cadangan untuk 15 Hari
Penambahan armada tersebut diharapkan memperlancar distribusi dan menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat, terutama ketika terjadi peningkatan kebutuhan.
Bahlil menyebut pasokan BBM di Bali ditopang dua fasilitas penyimpanan utama, yakni Integrated Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem dan Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar.
Menurut dia, ketahanan stok di kedua terminal tersebut berbeda. Fuel Terminal Sanggaran memiliki cadangan sekitar empat hingga lima hari, sedangkan Integrated Terminal Manggis memiliki ketahanan stok di atas 11 hari.
"Terminal Sanggaran volumenya tidak sebesar Manggis, cadangannya sekitar 4 sampai 5 hari sementara di Manggis di atas 11 hari. Untuk mempercepat prosesnya, armada kapal yang melayani distribusi dari Jawa ke Bali saya minta ditambah dari semula tiga menjadi tujuh kapal," tuturnya.
Cadangan BBM Nasional Aman
Di tingkat nasional, Kementerian ESDM memastikan cadangan BBM masih berada pada level aman. Pemerintah kini berfokus memperkuat distribusi antardaerah agar keterlambatan pengiriman tidak kembali memicu gangguan pasokan di wilayah tertentu.
"Cadangan nasional kita berada di atas 16 sampai 18 hari untuk Pertalite RON 90, sementara jenis lain rata-rata di atas 20 hari. Secara stok nasional tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sekarang distribusinya yang kita perlancar dari satu kota ke kota lain dengan meminta Pertamina menambah armada," kata Bahlil.
Pemerintah berharap penambahan armada kapal dan peningkatan cadangan BBM di Bali dapat menjaga kelancaran pasokan serta mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.
Editor: Suriya Mohamad Said