Polisi Ungkap Pemicu Bentrokan Maut di Menteng, Berawal dari Teguran Knalpot Bising
Keributan kemudian meluas hingga ke kawasan Jalan Tambak dan berujung aksi bentrok antarwarga yang berujung saling lempar batu.
"Warga sekitar spontan melakukan pelemparan karena merasa lingkungan mereka terusik. Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan," ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, dua orang berinisial K dan DS dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satu korban, K (23), dinyatakan meninggal dunia.
Polisi juga telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan, masing-masing berinisial S, T, dan AU. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Menteng.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara K. Saat ini tiga orang yang diduga melakukan penganiayaan telah diamankan dan sedang diperiksa untuk mengungkap secara utuh asal mula peristiwa tersebut," katanya.
Selain itu, penyidik juga memeriksa para korban, termasuk pedagang UMKM yang gerobaknya dirusak serta warga yang mengalami luka akibat bentrokan. Polisi menegaskan akan memproses hukum seluruh pihak yang terbukti terlibat, baik pelaku perusakan maupun penganiayaan.
Kapolres mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu bahwa bentrokan dipicu persoalan tidak membayar nasi uduk.
"Kami pastikan hingga malam ini situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," ujar Reynold.
Pengamanan di kawasan Tambak, Menteng, terus dilakukan oleh personel Polres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 0501/Jakarta Pusat untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Editor: Suriya Mohamad Said