Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Buru Pelaku Perusakan CCTV di Pejompongan saat Demo
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Anung Bereaksi! Pelaku Perusakan CCTV Pejompongan saat Demo Diburu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:06:00 WIB
Pramono Anung Bereaksi! Pelaku Perusakan CCTV Pejompongan saat Demo Diburu
Pramono Anung memburu pelaku perusakan CCTV di Pejompongan saat demo. Pemprov DKI menelusuri rekaman dan siap membawa kasus ke aparat hukum. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memburu pelaku perusakan fasilitas umum saat aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (27/8/2026). Salah satu fasilitas yang dirusak yakni kamera CCTV di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI JakartaPramono Anung meminta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menelusuri rekaman serta informasi terkait aksi perusakan CCTV tersebut.

"Nah untuk perusakan CCTV tentunya saya akan meminta kepada Kepala Dinas Diskominfotik untuk mempelajari siapa yang melakukan itu dan tujuannya apa," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak akan ragu membawa kasus perusakan fasilitas publik tersebut ke aparat penegak hukum. Dia menilai tindakan anarkistis tidak dapat dibenarkan dalam penyampaian aspirasi.

"Dan kalau kemudian bisa terdeteksi tentunya kami akan melakukan tindakan lebih lanjut atas nama karena ini tidak diizinkan sama sekali untuk melakukan itu," sambungnya.

Menurut Pramono, Jakarta tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Namun, penyampaian pendapat harus dilakukan sesuai prosedur dan tidak disertai tindakan anarkistis maupun perusakan fasilitas umum.

"Seperti yang saya sampaikan berulang kali, sebagai negara demokrasi demo itu diperkenankan, diizinkan selama mengikuti prosedur dan sebagainya. Tetapi kalau kemudian melakukan pengerusakan, anarkis, dan sebagainya, tentunya tidak ada masyarakat yang kemudian memberikan support untuk itu," ucap dia.

Pramono mengaku turut memantau perkembangan aksi demonstrasi bersama Pangdam, Kapolda, dan Kabinda di Jakarta. Pemantauan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) DKI Jakarta yang bertugas menangani kondisi di lapangan.

"Termasuk di dalamnya adalah begitu selesai aksi tadi malam di kurang lebih jam setengah satu, setengah dua, kalau dilihat di lapangan pasukan oranye, pasukan hijau, pasukan yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta langsung membersihkan itu," katanya.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut