Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update Korban Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah Jadi 666 Santri, 53 Masih Dirawat di RS
Advertisement . Scroll to see content

Sudaryono Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Kelalaian Kasus Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo

Kamis, 03 September 2026 - 17:22:00 WIB
Sudaryono Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Kelalaian Kasus Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo
Kepala BGN Sudaryono menegaskan tak ada toleransi atas kelalaian kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo. Pelaksana bisa diproses jika ada unsur pidana. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content
Sejumlah penerima manfaat mengalami gejala berupa mual, muntah, pusing, hingga gangguan kesehatan lainnya. Pemerintah kemudian melakukan pendataan dan memberikan penanganan kepada para korban.

Sudaryono mengatakan BGN terus memantau kondisi para penerima manfaat yang terdampak. Selain memantau pasien yang menjalani perawatan, pihaknya juga melakukan penyisiran terhadap penerima manfaat lain yang kemungkinan mengalami keluhan tetapi belum mendapatkan penanganan medis.

“Kami terus monitor berapa yang dirawat, berapa yang sudah kembali, dan kami terus menyisir juga penerima-penerima manfaat lain yang barangkali tidak berangkat ke puskesmas atau ke rumah sakit. Kami juga sisir, siapa tahu ada yang kemudian sakit ada di rumah dan seterusnya,” ujar Sudaryono.

Ia menegaskan pihak yang terbukti melakukan kelalaian akan diproses sesuai ketentuan. Bahkan, sanksi tidak hanya sebatas pencopotan atau pemecatan apabila ditemukan unsur pidana.

“Bukan hanya dicopot, bukan hanya dipecat. Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf kami tidak bisa bantu juga,” katanya.

Saat ini, BGN bersama pemerintah daerah dan pihak terkait masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Evaluasi mencakup proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan kualitas dan keamanan makanan.

Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menyebabkan gangguan kesehatan terhadap penerima manfaat MBG di Sidoarjo.

“Permohonan maaf saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atas kelalaian dan hal-hal yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan di Sidoarjo di pondok pesantren,” katanya.

BGN memastikan evaluasi dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan program MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut