4 Film Indonesia Tayang di Busan International Film Festival 2026, Nomor 3 Jadi Sorotan!
Berbeda dengan tiga film sebelumnya, αLPα masuk program Wide Angle dan berkompetisi dalam Asian Short Film Competition.
Film berdurasi 16 menit tersebut mengisahkan Banyu, vokalis punk berusia 17 tahun yang dikirim ke fasilitas pembinaan setelah tampil dalam pertunjukan underground yang dilarang.
Di tengah lingkungan yang represif dan tidak manusiawi, Banyu tetap mempertahankan sikap pemberontaknya. Namun, keberaniannya justru menarik perhatian pejabat tertinggi di fasilitas tersebut hingga membuatnya harus berhadapan dengan kebenaran yang selama ini paling ingin dia hindari.
Dhiwangkara Seta sebelumnya terlibat sebagai asisten sutradara dalam sejumlah film Mouly Surya. Film pendek debutnya, Samu the Terrible and His Sin, meraih penghargaan Best National Short Film di Minikino Film Week dan pernah diputar di Busan International Short Film Festival.
αLPα dijadwalkan diputar di BIFF pada 7, 10, dan 12 Oktober 2026.
Keempat film tersebut menunjukkan keberagaman sinema Indonesia di Busan International Film Festival 2026. Ada film panjang yang berkompetisi di program utama, film yang membawa isu perempuan dan trauma ke panggung internasional, hingga film pendek yang mengangkat persoalan politik dan kebebasan.
Khusus Empat Musim Pertiwi, perjalanan di Busan menjadi semakin menarik karena film tersebut tengah membawa misi yang lebih besar sebagai wakil Indonesia menuju Oscar 2027.
Editor: Muhammad Sukardi