Film Horor Indonesia Go Internasional, Indonesian Horror Film Festival Digelar di Australia
Dino menilai inisiatif diaspora Indonesia di Australia tersebut menjadi salah satu bentuk promosi ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri.
"Saya menyatakan terima kasih dan apresiasi kepada diaspora kita di Melbourne, Australia, karena telah berinisiatif untuk menyelenggarakan Indonesian Horror Film Festival ini. Dan ini suatu hal yang saya kira patut kita apresiasi karena diaspora secara independen mempunyai inisiatif untuk mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya film-film dan khususnya juga film horor kita," kata Dino.
Dino juga menyoroti peran komunitas diaspora Indonesia di Australia yang aktif di berbagai sektor. Menurut dia, diaspora dapat menjadi salah satu penghubung sekaligus promotor budaya Indonesia di mancanegara.
"Kita harapkan makin banyak lagi inisiatif-inisiatif dari diaspora untuk mempromosikan budaya dan film Indonesia. Saya sendiri juga pernah menjadi Duta Besar di Amerika Serikat, dulu diaspora umumnya menjadi hub dan promotor bagi budaya kita secara independen. Apakah mereka digandeng pemerintah atau tidak digandeng pemerintah, mereka selalu dengan semangat mempromosikan budaya Indonesia," kata Dino.
Dengan menghadirkan sejumlah aktor seperti Yayan Ruhian, Baim Wong, Hamish Daud, hingga Salshabilla Adriani, serta dukungan media internasional seperti Variety, IHFFM 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemutaran film.
Festival tersebut juga diarahkan menjadi salah satu pintu untuk membuka jalur distribusi reguler serta memperluas jangkauan sinema Indonesia di pasar internasional.
Editor: Dani M Dahwilani