Ini Daya Tarik Trilogi 'How To Train Your Dragon: The Hidden World'
JAKARTA, iNews.id - Kekuatan cerita antara bocah lelaki Hiccup keturunan Viking dari Desa Berk dan naga berjenis Night Fury dalam "How to Train Your Dragon: The Hidden World" kembali mengingatkan debut film "How to Train Your Dragon" pada 2010. Film itu berhasil menduduki box office global dengan keuntungan mencapai 500 juta dolar AS (setara Rp7,1 triliun).
Selain itu, sekuel "How to Train Your Dragon 2" pada 2014 yang mengisahkan perseteruan yang sempat terjadi antara manusia dan naga di Desa Berk, turut mengangkat popularitas DreamWorks Animation dengan raihan profit mencapai 600 juta dolar (setara Rp8,5 triliun).
Sepertinya sutradara Dean DeBlois tak ingin melewatkan triologi "How to Train Your Dragon: The Hidden World" begitu saja. DeBlois benar-benar menyuguhkan narasi di luar dugaan setelah menunggu lebih dari empat tahun dari sekuel keduanya dirilis.
Hiccup beranjak dewasa dan bertindak sebagai pelindung penduduk Desa Berk dan Toothless, naga Night Fury peliharaan Hiccup dalam kondisi bahaya. Desa Berk mendapat ancaman dari Grimmel (F. Murray Abraham) yang hendak membinasakan seluruh naga di Desa Berk, meski relasi di antara manusia dan naga itu akrab.
Di tengah ketegangan ancaman, muncullah Light Fury, naga yang dinamai oleh Astrid (America Ferrera), kekasih Hiccup. Bersiaplah untuk relaksasi dengan kisah asmara antara Toothless dan Light Fury.