Reply 1988: Keluh Kesah si Anak Kedua yang Selalu Diduakan

Siska Permata Sari · Kamis, 22 Juli 2021 - 13:53:00 WIB
 Reply 1988: Keluh Kesah si Anak Kedua yang Selalu Diduakan
Reply 1988: Keluh Kesah si Anak Kedua yang Selalu Diduakan (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - Banyak drama Korea populer yang menjadi favorit pecinta drakor, baik karena ceritanya, atau karena pemainnya. Salah satu drakor populer karena cerita hingga aktor aktrisnya adalah Reply 1988 serial drama yang dibintangi oleh Lee Hyeri dan kawan-kawan ini banyak menarik perhatian warganet  lantaran tema yang diangkat related dengan kehidupan sehari-hari. Membahas kisah persahabatan, percintaan, hingga masalah keluarga, penasaran seperti apa kisahnya?

Selama 17 tahun hidup, Deok Sun selalu merayakan ulang tahunnya bersama Bo Ra, sang kakak. Bukan momennya yang bersama, namun kue ulang tahun serta acara perayaan yang orangtuanya buat menjadi satu untuk menghemat biaya. Deok Sun sudah mewanti-wanti, jika ia ingin ulangtahun ke-18nya dirayakan terpisah. Namun sang ibu tidak menganggap ucapan anak tengahnya ini sesuatu yang serius. 

“Kalian kan hanya beda 3 hari, kenapa harus dirayakan terpisah?” Tanya sang nyonya Sung masih menganggap itu suatu gurauan. Deok Sun pun marah. Ia akhirnya keluar dari rumah lalu memilih kembali berlatih paskibra. Deok Sun ini adalah pemegang papan perwakilan Madagascar, lho. Ia berlatih sangat keras meski terus di remehkan oleh kakak sulungnya dan juga dianggap lelucon oleh teman-temannya.

Malam itu Deok Sun pulang cukup malam. No Eul, sang adik, langsung menarik tangan Deok Sun menuju rumah. “Kenapa lama sekali? Kami semua menunggu kau kembali!” ujar No Eul sembari menarik tangan kakaknya itu untuk masuk ke rumah. Ternyata sudah ada acara perayaan ulang tahun Bo Ra disana. Semua orang terlihat bahagia merasakannya. Tentu saja kecuali wajah Deok Sun. Saat No Eul ingin memotong kue ulang tahunnya, ibu dan ayah Sung melarang.

“Tunggu sebentar, kita harus mengambil dua lilinnya dan merayakan ulang tahun Deok Sun dulu," ujar sang ayah. Deok Sun terlalu nampak terkejut. Sambil berkaca-kaca, ia meluapkan semua emosinya. “Sudah kubilang, kan? Aku tidak mau merayakan ulang tahunku bersamanya! Kenapa kalian tak pernah mendengarkanku?” Deok Sun juga membahas semuanya di meja makan itu.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2