Reza Rahadian Terkesan dengan Sineas Muda Indonesia, Ini Pesannya

Siska Permata Sari ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 09:56 WIB
Reza Rahadian Terkesan dengan Sineas Muda Indonesia, Ini Pesannya

Aktor sekaligus Direktur GKFP 2019, Reza Rahadian mengaku terkejut dengan antusiasme serta hasil karya sineas-sineas muda Indonesia.

JAKARTA, iNews.id - Ratusan film karya pelajar setingkat SMA berkompetisi dalam Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2019. Karya-karya seneas muda ini disaring dan dipilih sebagai yang terbaik.

Aktor sekaligus Direktur GKFP 2019, Reza Rahadian mengaku terkejut dengan antusiasme serta hasil karya sineas-sineas muda Indonesia, khususnya mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Tak hanya karena antusiasme yang besar, tetapi hasil karyanya sudah berkualitas dari segi cerita dan teknik.

"Saya senang sekali melihat antusiasme para pelajar di Gelar Karya Film Pelajar 2019. Mudah-mudahan ini bisa menjadi festivalnya para pelajar," ujar Reza dalam acara malam puncak GKFP 2019 di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Dia mengungkapkan, ajang ini tak hanya sekadar perlombaan atau persaingan antar sekolah, tetapi juga wadah para pelajar mendapatkan informasi atau edukasi terkait film dari para praktisi-praktisinya langsung.

"Workshop ini dihadiri praktisi-praktisi film yang sesuai dengan bidangnya, sehingga mereka bisa mendapatkan pengetahuan lebih tentang proses pembuatan film yang lebih profesional," kata Reza.

Dia berpesan pada para sineas muda ataupun para pelajar di Indonesia bekerja lebih keras dan banyak belajar untuk mencapai cita-cita. Terutama di film, Reza meminta mereka untuk terus berkarya, meskipun saat ini belum meraih kemenangan di GKFP 2019.

"Semangat terus, jangan berhenti berkarya. Karena masih ada ajang-ajang lainnya," kata Reza.

Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2019 sebelumnya telah mengumumkan 15 film yang lolos seleksi tim juri dari masing-masing film fiksi dan film dokumenter dengan tujuh kategori. Ketujuh kategori film dalam GKFP ini di antaranya penulisan skenario film pendek dokumenter terpilih, penulisan skenario film pendek fiksi terpilih, penyutradaraan film pendek dokumenter terpilih, penyutradaraan film pendek fiksi terpilih, film pendek dokumenter terpilih, film pendek fiksi terpilih, dan film pilihan juri.

Sebelum malam puncak, para peserta yang notabene pelajar ini telah mengikuti workshop kelas penulisan skenario bersama Titien Wattimena, penulis skenario film Dilan 1990 dan 1991. Kemudian workshop kelas sutradara oleh Hanung Bramantyo, sutradara film Bumi Manusia, dan workshop kelas keproduseran yang diisi Fauzan Zidni, produser film Marlina Pembunuh dalam Empat Babak.

Editor : Dani Dahwilani