Sinopsis Terbaik Itu Kamu Eps 16: Kedekatan Sera dan Kenzi Makin Dalam, Marvin Diam-Diam Simpan Rahasia
Di sisi lain, Bimo mulai mendekati Clara dan berusaha menanamkan kecurigaan bahwa Marvin berselingkuh. Kecurigaan Clara sebenarnya sudah muncul sejak ia menyadari ponselnya disimpan Marvin dan melihat suaminya menerima telepon secara sembunyi-sembunyi. Pagi harinya, Clara akhirnya meluapkan kemarahannya dan menuduh Marvin menyembunyikan sesuatu. Namun, Marvin justru memainkan emosinya dengan berpura-pura bersedia pergi meninggalkannya. Sikap tersebut membuat Clara merasa bersalah hingga akhirnya meminta maaf. Dalam kondisi emosional, Clara bahkan menelan pil depresi yang berserakan di lantai.
Malam harinya, Kenzi dan Bebeto kembali menginap di apartemen Sera dengan menempati sofa bed. Dengkuran keduanya membuat Sera kesulitan tidur. Situasi semakin mengejutkan ketika Bebeto berjalan dalam tidurnya dengan selimut putih hingga membuat Sera kaget dan menjatuhkan gelas. Kenzi segera mengangkat Sera ke kitchen island agar tidak menginjak pecahan kaca. Ia kemudian membersihkan pecahan tersebut dan menyembunyikan luka yang dialaminya. Setelah kejadian itu, Kenzi dan Sera saling berjanji untuk berbagi masalah yang mereka hadapi. Kenzi bahkan menyatakan akan selalu menjaga Sera. Perhatian tersebut membuat Sera terharu hingga diam-diam meneteskan air mata.
Keesokan paginya, mereka menghabiskan waktu dengan berolahraga bersama. Alea berangkat sekolah dan dilepas oleh orang-orang di sekitarnya layaknya sebuah keluarga, sementara yang lain melanjutkan aktivitas dengan berlari. Sera dan Kenzi kemudian mencoba sparring. Namun, latihan tersebut justru membangkitkan trauma Sera saat dikeroyok di penjara.
Tanpa sadar, dia memukul Kenzi terlalu keras hingga pelipis pria itu terluka. Setelah menyadari perbuatannya, Sera merasa bersalah dan menjadi murung. Di sekolah, masalah juga menimpa Alea. Ia terlibat perkelahian dengan Nando dan Joni setelah keduanya mengejek Kenzi serta merusak menu jualannya. Akibat kejadian tersebut, Alea harus berhadapan dengan kepala sekolah.
Sementara itu, suasana apartemen kembali ramai ketika Bebeto, Lita, dan Kenzi panik mengejar celana hadiah dari ibu Bebeto yang terbang dari jemuran. Di balik kejadian tersebut, Marvin justru tengah menghadapi kegelisahannya sendiri. Ia mengirimkan file laporan keuangan kepada Larasati, tetapi tubuhnya tampak tegang hingga merasa mual.