Ternyata, Sutradara Joko Anwar Tulis Skenario Film Gundala di Kuburan dan Museum

Okezone ยท Minggu, 25 Agustus 2019 - 12:36 WIB
Ternyata, Sutradara Joko Anwar Tulis Skenario Film Gundala di Kuburan dan Museum

Sutradara Joko Anwar. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id – Sutradara ternama Joko Anwar telah lama memimpikan membuat film Gundala, tokoh favoritnya di masa kecil. Impian Joko pun akhirnya disambut baik oleh rumah produksi Screenplay dan Bumilangit.

“Waktu ditawari untuk menggarap film Gundala, langsung mau. Bisa dibilang ini proyek yang besar sekali. Gundala sendiri sebagai pembuka bagi Jagat Sinema Bumilangit untuk menggarapnya dengan hati-hati,” ujar Joko Anwar saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Meskipun Gundala merupakan film impiannya, namun Joko Anwar mengaku cukup kesulitan dalam menulis skenario film jagoan Tanah Air tersebut. Bahkan, Joko sampai menulis di kuburan untuk mendapatkan ketenangan.

“Skenario Gundala yang paling susah pernah saya tulis. Bikinnya, pertama saya riset semua cerita. Saya juga pembaca semua komiknya (Bumilangit) dari kecil. Saya mencari tempat yang nyaman untuk menulis, yaitu museum dan kuburan. Bukan kuburan yang seram ya, tapi kuburan yang indah,” katanya.

Gundala merupakan film perdana dari Jagat Sinema Bumilangit. Dalam film yang dibintangi oleh Abimana Aryasatya itu, terdapat pula beberapa tokoh jagoan lainnya. Untuk membedakan film pahlawan produk Indonesia dan Hollywood, Joko lebih senang menyebut karakter-karakter di film tersebut sebagai jagoan, bukan superhero.

“Kita pakai terminologinya jagoan, karena superhero itu dari luar negeri. Sebutan itu juga membedakan karakter di Indonesia dengan luar negeri, seperti Marvel dan DC,” katanya.

Cerita Gundala sendiri begitu melekat pada diri Joko Anwar. Sebab saat masih kanak-kanak, dia sebagai pengagum komik jagoan tersebut.

“Ketika kecil di Medan, gue hidup hanya dengan dua hal, nonton film sama baca komik. Komik Gundala ini adalah karakter yang memberi gue inspirasi kalau gue ini Gundala. Waktu kecil kan kita butuh sosok idola dan panutan,” katanya, dikutip dari Okezone.

Editor : Tuty Ocktaviany