10 Gejala Infeksi Paru-Paru seperti yang Diidap Tjahjo Kumolo, Sering Tak Disadari

Diana Rafikasari ยท Jumat, 01 Juli 2022 - 23:15:00 WIB
10 Gejala Infeksi Paru-Paru seperti yang Diidap Tjahjo Kumolo, Sering Tak Disadari
Ilustrasi ciri-ciri infeksi paru-paru. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ciri-ciri infeksi paru-paru sering tak disadari. Faktanya infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan terkadang bahkan jamur. Pneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru paling umum. 

Pneumonia memengaruhi kantung udara yang lebih kecil di paru-paru, paling sering disebabkan oleh bakteri menular namun juga bisa disebabkan oleh virus. Seseorang menjadi terinfeksi dengan menghirup bakteri atau virus setelah orang yang terinfeksi di dekatnya batuk atau bersin. 

Saat tabung bronkial besar yang membawa udara ke dan dari paru-paru terinfeksi, hal ini disebut sebagai bronkitis. Bronkitis lebih mungkin disebabkan oleh virus daripada bakteri. Virus juga dapat menyerang paru-paru atau saluran udara yang menuju ke paru-paru. 

Kondisi ini disebut bronkiolitis, biasanya sering terjadi pada bayi. Infeksi paru-paru seperti pneumonia biasanya ringan, namun bisa serius, terutama bagi orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau kondisi kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). 

Ciri-ciri infeksi paru-paru bervariasi dari ringan hingga berat. Hal ini tergantung pada beberapa faktor. 

Antara lain usia dan kesehatan secara keseluruhan, dan apakah infeksi tersebut disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Gejala infeksi ini mungkin mirip dengan pilek atau flu, tetapi cenderung bertahan lebih lama. 

Berikut ciri-ciri infeksi paru-paru seperti dilansir dari Healthline, Jumat (1/7/2022). 

1. Batuk Lendir Kental

Batuk membantu membersihkan tubuh dari lendir yang dihasilkan dari peradangan saluran udara dan paru-paru. Lendir ini mungkin juga mengandung darah. Dengan bronkitis atau pneumonia, penderita mungkin mengalami batuk yang menghasilkan lendir kental yang mungkin memiliki warna berbeda. Batuk bisa bertahan selama beberapa minggu bahkan setelah gejala lain membaik. 

Editor : Dyah Ayu Pamela

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda