Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyebab Stroke Bukan Hanya dari Makanan, Stres Faktor Paling Berbahaya
Advertisement . Scroll to see content

3 Manfaat Mujarab Kunyit bagi Kesehatan, Bisa Kurangi Risiko Stroke

Kamis, 19 Juli 2018 - 02:00:00 WIB
3 Manfaat Mujarab Kunyit bagi Kesehatan, Bisa Kurangi Risiko Stroke
Kunyit punya sederet manfaat untuk kesehatan. (Foto: Hellosehat)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bahan-bahan yang ada pada bumbu masak banyak yang memiliki kandungan berguna bagi kesehatan tubuh. Selain bawang putih yang dapat mengurangi risiko kanker, ada bahan masak ajaib lain, yakni kunyit.

Kunyit memang tak cuma dikenal sebagai bahan masakan saja, tetapi juga sebagai obat dan jamu. Hal ini karena kunyit mengandung bahan aktif bernama kurkumin, yang bersifat sebagai zat anti-inflamasi, antibakteri, dan antijamur.

Inilah yang menyebabkan kunyit memiliki beragam manfaat yang baik bagi kesehatan. Apa saja ya manfaat kesehatan dari kunyit yang masih jarang orang tahu? Yuk simak daftarnya, seperti dirangkum iNews.id dari Bustle, Kamis (19/7/2018).

Memperbaiki Mood Anda

Tidak cuma bermanfaat untuk kesehatan tubuh, ternyata kunyit juga berdampak pada perasaan Anda. Sebab, menurut sebuah penelitian tahun 2018, mengonsumsi suplemen yang mengandung kurkumin sebanyak dua kali sehari dapat mengurangi jumlah plak yang menumpuk di otak. Selain itu, kurkumin juga mampu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan suasana hati.

Baik untuk Regenerasi Otak

Ilmuwan menemukan hal menarik dari kandungan kunyit, yaitu aromatik kunyit. Sebab menurut penelitian tahun 2014, dalam kunyit terdapat kurkumin yang meningkatkan produksi sel induk saraf pada tikus. Inilah yang diyakini dapat membantu meregenerasi otak.

Mengurangi Risiko Stroke

Dalam sebuah penelitian pada 2017 menunjukkan, kurkumin dapat menurunkan risiko stroke secara keseluruhan. Ajaibnya, selain itu kurkumin juga dapat membantu orang sembuh setelah mengalami stroke hemoragik dan mengurangi kerusakan otak jangka panjang.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut