4 Cara Mencegah Perut Begah setelah Makan, Awas Jangan Langsung Rebahan
JAKARTA, iNews.id – Perut terasa begah setelah makan menjadi keluhan yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa penuh, kembung, sulit bersendawa, hingga tubuh terasa tidak nyaman.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, membagikan sejumlah cara sederhana untuk mencegah perut begah setelah makan. Menurut dia, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengurangi penumpukan gas di saluran pencernaan.
Salah satu cara yang disarankan adalah melakukan Teknik Gravitasi dan Pernapasan Perut ketika rasa begah mulai muncul. Teknik ini dilakukan dengan merebahkan tubuh ke sisi kiri sambil memeluk lutut kanan, kemudian menarik napas selama empat detik dan mengembuskannya melalui mulut selama enam detik selama tiga hingga lima menit.
"Rebahan miring ke sisi kiri, tarik & peluk lutut kanan, tarik nafas empat detik (perut ngembung), buang lewat mulut enam detik perut kempes. Lakuin secara rileks tiga sampai lima menit," tulis dr. Cecep dalam unggahan di akun Instagramnya, dikutip Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, posisi tubuh tersebut membantu gas lebih mudah keluar karena jalur akhir usus besar berada di sisi kiri. Sementara pernapasan perlahan akan mengaktifkan saraf vagus sehingga otot-otot usus menjadi lebih rileks.
"Nah, tarikan nafas perut yang pelan bakal ngaktifin saraf Vagus (mode istirahat tubuh). Efeknya, usus yang kaku jadi rileks, dan perut yang kembang-kempis ngasih pijatan alami buat mompa angin keluar," katanya.
Selain teknik tersebut, dr. Cecep juga membagikan empat cara mencegah perut begah setelah makan, yaitu:
1. Hindari minum gunakan sedotan
Kebiasaan makan terlalu cepat, sering menggunakan sedotan, atau mengunyah permen karet dapat membuat udara masuk ke lambung dalam jumlah banyak sehingga memicu penumpukan gas.
"Makan buru-buru, sering pakai sedotan, atau ngunyah permen karet tuh bikin kita tanpa sadar nelen banyak udara kosong. Anginnya jadi gampang numpuk di lambung," katanya.
2. Jangan langsung rebahan setelah makan
Berbaring setelah makan dapat memperlambat proses pengeluaran gas. Sebaiknya lakukan aktivitas ringan agar sistem pencernaan tetap bekerja optimal.
"Kenyang makan jangan langsung rebahan. Jalan santai 10-15 menit aja udah cukup bantu gerak usus (peristaltik) buat mompa gas secara alami," ujarnya.
3. Kurangi makanan yang menghasilkan banyak gas
Saat perut sedang sensitif, sebaiknya batasi konsumsi makanan seperti kol, kubis, dan kacang-kacangan karena lebih mudah difermentasi oleh bakteri usus sehingga menghasilkan gas berlebih.
"Kurangin dulu makan kol, kubis, atau kacang-kacangan kalau perut lagi sensitif. Makanan ini gampang difermentasi sama bakteri usus dan ngasilin gas berlebih," katanya.
4. Lakukan teknik pernapasan saat mulai terasa begah
Jika rasa penuh mulai muncul setelah makan, teknik gravitasi dan pernapasan perut dapat menjadi cara sederhana untuk membantu mengeluarkan gas tanpa harus menekan atau memijat perut.
Menerapkan kebiasaan tersebut, risiko perut begah setelah makan dapat dikurangi. Namun, apabila keluhan kembung dan begah terus berulang, disertai nyeri hebat, muntah, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Editor: Dani M Dahwilani