Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Tak akan Impor Beras hingga Gula di 2026, Stok Melimpah
Advertisement . Scroll to see content

5 Ancaman Diam-Diam Gula bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:51:00 WIB
5 Ancaman Diam-Diam Gula bagi Kesehatan Tubuh
Di balik kenikmatannya, konsumsi gula berlebihan menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Gula kerap hadir dalam berbagai makanan dan minuman favorit masyarakat. Rasanya yang manis membuat gula sulit dihindari dalam menu harian. Namun di balik kenikmatannya, konsumsi gula berlebihan menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh.

Ahli kesehatan mengingatkan, asupan gula yang terlalu tinggi dan dikonsumsi secara rutin dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Tak hanya berdampak pada berat badan, gula juga berpengaruh pada sistem metabolisme hingga organ vital. Dilansir dari Verywell Health, berikut lima dampak berbahaya akibat konsumsi gula berlebih yang perlu diwaspadai.

1. Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Gula berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi, kadar trigliserida yang meningkat, serta peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi ini membuat sistem kardiovaskular bekerja lebih berat dan berpotensi menimbulkan gangguan jantung di kemudian hari.

2. Memicu Diabetes Tipe 2

Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan resistensi insulin. Kedua kondisi ini merupakan faktor utama pemicu diabetes tipe 2. Saat tubuh terus-menerus menerima lonjakan gula darah, kemampuan mengatur kadar gula dapat menurun secara perlahan.

3. Merusak Kesehatan Gigi

Gula menjadi “makanan” favorit bakteri di dalam mulut. Bakteri tersebut menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Semakin sering seseorang mengonsumsi makanan atau minuman manis, semakin besar pula risiko kerusakan gigi secara bertahap.

4. Mengganggu Mood dan Energi

Meski gula dapat memberikan energi instan, efek tersebut hanya bersifat sementara. Setelah lonjakan energi, kadar gula darah bisa turun drastis dan memicu rasa lelah, lesu, hingga perubahan suasana hati. Kondisi ini membuat tubuh terasa cepat lemas dan mudah moody.

5. Menyebabkan Obesitas

Konsumsi gula berlebih juga identik dengan risiko obesitas. Gula menyumbang kalori tinggi tanpa memberikan rasa kenyang yang tahan lama. Selain itu, gula dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan penyimpanan lemak, sehingga berat badan lebih mudah bertambah.

Perlu diwaspadai, gula tidak hanya terdapat pada makanan yang terasa manis. Banyak produk dengan gula tersembunyi seperti saus salad, roti, yogurt rasa buah, hingga minuman berlabel “rendah lemak”. Tanpa disadari, asupan gula harian bisa jauh melebihi batas aman.

Untuk menjaga kesehatan jangka panjang, masyarakat disarankan mulai mengurangi konsumsi gula. Pilih minuman tanpa gula tambahan seperti air putih, teh tanpa gula, atau air infus buah. Membaca label kemasan juga penting, terutama jika terdapat bahan dengan akhiran “-osa” seperti fruktosa atau dekstrosa.

Selain itu, fokuslah pada konsumsi makanan utuh seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan protein minim olahan. Pola makan seimbang dengan asupan gula yang terkontrol menjadi langkah sederhana namun efektif untuk melindungi kesehatan tubuh.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut