5 Kebiasaan Positif Ini Bisa Mengubah Hidup, Anak Muda Wajib Baca!
JAKARTA, iNews.id - Menjadi pribadi yang sukses tidak selalu dimulai dari pencapaian besar. Justru, banyak perubahan dalam hidup lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Bagi anak muda yang sedang mencari arah, membangun kebiasaan positif bisa menjadi salah satu langkah penting. Mulai dari belajar mengatur prioritas, terbuka terhadap hal baru, hingga mampu menghargai proses, kebiasaan tersebut bukan hanya berguna untuk dunia kerja atau bisnis, tetapi juga kehidupan sehari-hari.
Merayakan Global Entrepreneur Day yang diperingati setiap 21 Agustus, sejumlah kebiasaan yang kerap dimiliki pengusaha sukses menarik untuk diterapkan siapa saja, termasuk generasi muda.
Direktur & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan, dunia kewirausahaan saat ini berkembang semakin dinamis. Banyak orang mulai mengubah minat dan keahliannya menjadi peluang, sekaligus menentukan sendiri arti kesuksesan yang ingin dicapai.
Namun, menurut dia, keberhasilan tidak cukup hanya mengandalkan optimisme.
"Optimisme saja tidak cukup untuk membangun bisnis yang berkembang dan berkelanjutan. Para pengusaha yang berhasil, baik mereka yang menjalankan perusahaan berskala besar maupun yang mengelola bisnis sampingan, adalah mereka yang mampu menerjemahkan tujuan besar menjadi disiplin yang dilakukan setiap hari," ujar Oktrianto dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).
Hal tersebut sebenarnya tidak hanya berlaku bagi pengusaha. Kebiasaan yang sama dapat membantu anak muda menjadi pribadi yang lebih disiplin, adaptif, dan memiliki tujuan.
Berikut ini kebiasaan positif yang patut dilakukan anak muda supaya hidup menjadi lebih terarah. Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Pernah merasa satu hari berlalu begitu saja tanpa ada hal penting yang berhasil dilakukan? Salah satu penyebabnya bisa jadi karena tidak memiliki prioritas yang jelas sejak awal.
Membiasakan diri menentukan target harian dapat membantu seseorang lebih fokus. Tidak perlu membuat daftar panjang. Cukup tentukan tiga hal paling penting yang ingin diselesaikan hari itu.
Oktrianto menyarankan untuk menentukan tiga prioritas utama sebelum mulai bekerja atau beraktivitas.
"Ketika memulai hari dengan tujuan yang jelas, setiap tindakan, sekecil apa pun, akan membawa kita semakin dekat dengan tujuan yang ingin dicapai," katanya.
Kebiasaan sederhana ini bisa diterapkan siapa saja. Pelajar dapat menentukan target belajar, mahasiswa bisa menetapkan tugas yang harus diselesaikan, sementara pekerja dapat menentukan pekerjaan yang menjadi prioritas.
Dengan begitu, waktu tidak sepenuhnya dikendalikan oleh notifikasi, media sosial, atau berbagai gangguan lainnya.
Dunia berubah begitu cepat. Kemampuan yang dianggap cukup hari ini belum tentu relevan beberapa tahun mendatang.
Karena itu, anak muda perlu membangun kebiasaan untuk terus belajar. Tidak harus selalu melalui pendidikan formal. Membaca buku, mengikuti pelatihan, berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman, mendengarkan podcast, atau mempelajari keterampilan baru juga bisa menjadi bagian dari proses belajar.
Rasa ingin tahu membuat seseorang tidak mudah merasa sudah mengetahui semuanya.
Bahkan ketika menghadapi masalah, rasa ingin tahu dapat mengubah cara pandang. Alih-alih langsung menganggap kegagalan sebagai akhir, seseorang bisa melihatnya sebagai kesempatan untuk mencari tahu apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya.
Salah satu cara sederhana yang bisa dicoba adalah menyisihkan waktu sekitar 30 menit setiap minggu untuk mempelajari sesuatu yang baru.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, hubungan dengan orang lain terkadang menjadi hal yang terlupakan.
Padahal, kemampuan membangun hubungan yang sehat menjadi bagian penting dalam kehidupan. Bukan hanya dengan rekan kerja atau mitra bisnis, tetapi juga dengan keluarga, teman, mentor, maupun orang-orang di sekitar.
Menurut Oktrianto, pemimpin yang efektif biasanya meluangkan waktu untuk memahami orang lain, mendengarkan, dan melakukan tindak lanjut.
Kebiasaan tersebut juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesekali, cobalah menghubungi teman yang sudah lama tidak dikabari. Tanyakan kabarnya tanpa harus memiliki kepentingan tertentu. Berikan apresiasi ketika seseorang membantu atau melakukan sesuatu dengan baik.
"Ketika kita mengutamakan hubungan sebelum transaksi, kita membangun loyalitas yang dapat bertahan jauh lebih lama daripada satu kali penjualan," ujar Oktrianto.
Bagi anak muda, kemampuan membangun hubungan yang tulus dapat menjadi bekal penting, baik dalam kehidupan sosial maupun perjalanan karier.
Tidak semua usaha langsung memberikan hasil. Inilah salah satu hal yang sering kali sulit diterima ketika seseorang sedang mengejar target.
Belajar, bekerja, membangun bisnis, berolahraga, hingga mengembangkan keterampilan membutuhkan proses. Ada kalanya hasil yang diharapkan belum terlihat meski usaha sudah dilakukan berulang kali.
Di sinilah konsistensi menjadi penting. Ya, konsisten bukan berarti memaksakan diri bekerja tanpa henti. Konsistensi berarti tetap menjalankan komitmen dan kembali mencoba meski sesekali mengalami kegagalan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencatat perkembangan setiap minggu. Tidak hanya mencatat hasil, tetapi juga usaha yang sudah dilakukan.
Dengan cara itu, seseorang dapat melihat bahwa kemajuan tidak selalu berbentuk pencapaian besar. Terkadang, kemajuan hanya berupa kemampuan untuk tetap bertahan dan melanjutkan langkah.
Anak muda sering kali terlalu fokus pada tujuan akhir. Akibatnya, proses panjang yang sudah dilewati justru tidak terasa sebagai sebuah pencapaian.
Padahal, keberhasilan tidak selalu harus dirayakan setelah mencapai target besar.
Menyelesaikan tugas tepat waktu, berani mencoba sesuatu yang baru, berhasil menjaga rutinitas selama beberapa minggu, atau mampu bangkit setelah mengalami kegagalan juga merupakan bentuk kemajuan.
Mengapresiasi pencapaian kecil dapat membantu seseorang menjaga motivasi sekaligus mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Oktrianto menyarankan untuk menuliskan setidaknya satu pencapaian dan satu pelajaran yang diperoleh setiap akhir pekan.
Kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang melihat perjalanan dirinya secara lebih utuh.
Pada akhirnya, menjadi pribadi yang berkembang bukan hanya soal seberapa banyak target yang berhasil dicapai.
Kemampuan mengatur waktu, terus belajar, menjaga hubungan, konsisten menghadapi tantangan, dan menghargai proses justru menjadi fondasi yang dapat membantu seseorang menjalani kehidupan dalam jangka panjang.
"Saya melihat kebiasaan-kebiasaan yang sama mendorong kesuksesan jangka panjang di antara para pengusaha yang saya temui dan bekerja bersama setiap hari. Mereka membuktikan bahwa konsistensi, rasa ingin tahu, dan kemampuan membangun hubungan bukan sekadar strategi bisnis, tetapi merupakan fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang," tutur Oktrianto.
Bagi anak muda, lima kebiasaan tersebut tidak harus dimulai sekaligus. Memilih satu kebiasaan untuk dilakukan secara konsisten pun sudah bisa menjadi langkah awal.
Sebab, perubahan besar dalam hidup sering kali bukan lahir dari satu keputusan besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang terus dilakukan setiap hari.
Editor: Muhammad Sukardi