Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ariana Grande Terkena Covid-19 hingga Sejumlah Acara Dibatalkan, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

7 Mitos dan Fakta Seputar Vaksin yang Beredar di Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2020 - 22:19:00 WIB
7 Mitos dan Fakta Seputar Vaksin yang Beredar di Masyarakat
Vaksinasi anak sangat penting dilakukan untuk menghindari dari penyakit. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

"Setelah dinyatakan aman, dipakai oleh masyarakat luas di bawah monitoring. Kalau negara kita di bawah BPOM.  Karena satu saja ada temuan efek samping yang tidak diinginkan, itu bisa ditarik dan biasanya itu ketahuan di fase awal," ujar Windhi.

4. Mitos vaksin sebabkan autism.

Windhi memastikan bahwa tidak ada kaitannya antara kandungan vaksin terhadap autisme pada anak. Hal ini sudah terbukti pada penelitian mendalam dan panjang, bahkan hingga lebih dari 10 tahun. Thimerosal merupakan salah satu kandungan vaksin yang sempat dituduh memicu autisme pada anak. Thimerosal ini berfungsi sebagai pengawet vaksin.

Amerika Serikat pernah menghapuskan kandungan thimerosal pada 1999 karena takut bahwa kandungannya bisa memicu autisme. Tapi faktanya, setelah thimerosal dihapuskan, angka autisme di Amerika Serikat tidak turun.

"Angka autis malah naik. Artinya, tidak ada hubungan antara autis dengan thimerosal," kata Windhi.

Peneliti juga melihat kadar thimerosal pada tubuh anak autis dan anak non-autis. Hasilnya, tidak ada perbedaan di antara keduanya. Hal ini semakin menguatkan bahwa thimerosal tidak menyebabkan autisme, melainkan genetika.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut