8 Penyebab Berat Badan Anda Naik Turun, Nomor 2 Sering Dialami Wanita
JAKARTA, iNews.id – Memiliki berat badan ideal menjadi impian setiap orang. Sayangnya, banyak juga yang mengalami berat badannya tidak stabil. Apa penyebabnya?
Memang tidak sedikit yang mengalami kenaikan berat badan secara tiba-tiba, namun tak lama kembali ke normal. Kondisi ini sering disebut dengan istilah berat air atau retensi air. Saat mengalami retensi air, tubuh akan mengalami pembengkakan lantaran air tersimpan di antara organ dan kulit.
Air dalam tubuh seharusnya mengalir ke ginjal. Namun, sistem di tubuh bisa menahan air sehingga menyebabkan pembengkakan. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan retensi air. Walaupun biasanya berlangsung sementara, ada baiknya Anda mengetahui penyebab retensi air, seperti dikutip dari Health.
Garam dan Karbohidrat
Salah satu penyebab paling umum dari retensi air adalah terlalu banyak konsumsi garam. Kandungan sodium dalam garam dapat mengikat air dan membuatnya terperangkap dalam tubuh.
“Semakin tinggi sodium dalam makanan, semakin banyak retensi cairan yang dimiliki seseorang,” ujar seorang profesor Lynn Mack, MD.
Begitu juga dengan karbohidrat yang tersimpan sebagai glikogen. Glikogen menarik air, sehingga semakin banyak glikogen yang tersimpan di tubuh, semakin banyak air yang tersimpan.
Menstruasi
Perempuan biasanya mengalami kenaikan berat badan menjelang menstruasi. Hal ini dikarenakan hormon berfluktuasi sehingga menyebabkan retensi air.
Kehamilan
Sama halnya dengan menstruasi, hormon selama kehamilan juga berperan darah retensi air terutama di bulan-bulan akhir. Maka tak heran bila ibu hamil akan mengalami pembengkakan pada beberapa bagian tubuh menjelang waktu melahirkan.
Kontrasepsi Hormonal
Segala sesuatu yang berhubungan dengan hormonal dapat menyebabkan retensi air, termasuk pengendali kelahiran atau alat kontrasepsi. Estrogen dan progestin dalam pil KB bisa menjadi penyebab retensi air.
Stres
Bila seseorang merasa stres, maka jumlah hormon kortisolnya akan mengalami peningkatan. Peningkatan secara tidak wajar itu dapat mengakibatkan retensi air.
Bepergian
Duduk untuk jangka waktu lama pada penerbangan lintas negara atau perjalanan panjang dapat menyebabkan retensi air. Hal itu lantaran otot berkontraksi dan memicu pembengkakan pada kaki.
Obat-obatan
Obat-obatan tertentu seperti blocker saluran kalsium, kortikosteroid, dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), obat diabetes yaitu tiazolidinedion memiliki efek samping retensi air.
Sirkulasi yang Buruk
Sistem sirkulasi tubuh menjadi lebih lemah seiring bertambahnya usia atau terkadang karena kondisi serius seperti gagal jantung. Melemahnya sistem sirkulasi berdampak pada aliran air dalam tubuh yang kemudian dapat menyebabkan retensi air. Demikian dimuat Okezone.com.
Editor: Tuty Ocktaviany