81 Persen Pasien TBC Resisten Obat Alami Kondisi Katastropik, Peneliti: Perlu Perlindungan Sosial
JAKARTA, iNews.id - Peneliti Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menunjukkan, orang dengan TBC Resisten Obat (TBC RO) tidak hanya menghadapi masalah kesehatan. Namun, ada beberapa masalah lain yang menyertai, seperti finansial hingga sosial.
Terkait masalah fisik, bukan hanya badan yang semakin tergerus oleh bakteri penyebab TBC RO. Tetapi, ada pula efek samping obat yang dikonsumsi dalam durasi panjang, rata-rata sembilan hingga 24 bulan.
Inilah permasalahan yang kemudian membuat banyak orang dengan TBC RO sulit untuk bisa kembali ke lingkungan sosial.
"81 persen orang dengan TBC RO mengalami katastropik. Artinya, mereka kehilangan pekerjaan maupun kemampuan produktifnya. Kondisi tersebut membuat 20 persen dari mereka harus mengeluarkan uang tambahan untuk melanjutkan hidup," kata Koordinator Tim Peneliti STPI Ninik Annisa, dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/10/2022).
Terlebih, kebanyakan orang dengan TBC RO berasal dari kategori miskin, yaitu penghasilan kurang dari Rp2 juta. "77 persen orang dengan TBC RO itu masuk dalam kategori miskin hingga rentan miskin," ujar dia.
Padahal, masih banyak orang dengan TBC RO di luar sana yang belum mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai. Di sisi lain, kehidupan mereka pun tidak berjalan baik karena kondisi finansial.
"Banyak biaya non medis yang perlu dicukupi oleh para orang dengan TBC RO ini, tapi sayangnya pemerintah belum memberikan bantuan terkait hal tersebut," ujar Ninik.