Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Benar Alat Tes TBC INDIGEN dari PCR Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

81 Persen Pasien TBC Resisten Obat Alami Kondisi Katastropik, Peneliti: Perlu Perlindungan Sosial

Selasa, 18 Oktober 2022 - 13:26:00 WIB
81 Persen Pasien TBC Resisten Obat Alami Kondisi Katastropik, Peneliti: Perlu Perlindungan Sosial
81 persen orang dengan TBC Resisten Obat mengalami kondisi katastropik. (Foto: Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

Misalnya saja, biaya ongkos menuju fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), biaya makan mereka, hingga keluarga yang mungkin ikut menemani ke fasyankes.

Belum lagi beberapa vitamin yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, tapi sangat diperlukan orang-orang dengan TBC RO. "Biaya semacam itu perlu dipikirkan, sehingga kesejahteraan hidup orang dengan TBC RO dapat terjamin," papar dia.

Secara lebih detail, anggota tim peneliti STPI Dena Sundari Alief menerangkan, perlindungan sosial sangat diperlukan bagi orang dengan TBC RO karena masalah yang dihadapi mereka bukan hanya soal dampak fisik, tetapi juga psikis, sosial, hingga finansial.

Pada dampak fisik misalnya, orang dengan TBC RO biasanya kekurangan berat badan yang membuatnya lemas dan lunglai. Lalu, mereka harus merasakan efek samping obat yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama seperti diare, nyeri otot, kesemutan hingga ketidakmampuan anggota tubuh seperti kurangnya kemampuan mendengar dan melihat.

Kemudian, dampak psikis meliputi depresi dan anxiety, halusinasi, keinginan bunuh diri, hingga putus asa dan akhirnya berhenti minum obat. "Padahal, putus obat pada kasus TBC RO sangatlah berbahaya," ujar Dena.

Nah, untuk dampak sosial para orang dengan TBC RO itu sering mendapat stigma dan diskriminasi, dijauhkan dari lingkungan sekitar, serta muncul perasaan minder dan malu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut